Connect with us

Politik

Petani Keluhkan Pupuk Langka, Beredar Sk Camat Karangrejo Tanpa Tanda Tangan Soal Pupuk Bersubsidi

Published

on

Petani Keluhkan Pupuk Langka, Beredar Sk Camat Karangrejo Tanpa Tanda Tangan Soal Pupuk Bersubsidi

Petani Keluhkan Pupuk Langka, Beredar Sk Camat Karangrejo Tanpa Tanda Tangan Soal Pupuk Bersubsidi

Rasi Fm – Petani di Desa Gebyog Kecamatan Karengrejo Kabupaten Magetan, mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsisi karena tidak adanya pupuk di tingkat penyalur. Diduga kelangkaan pupuk terjadi dikarenakan keterlambatan pengiriman dari perusahaan pupuk. Ketua Gapoktan Desa Gebyog Suroyo mengatakan, kelangkaan pupuk dengan alasan keterlambatan pengiriman sering sekali dialami petani. “ Ini waktunya mupuk tetapI tidak ada pupuk. Alasan penyalur ada keterlambatan pengiriman. Ini sering sekali terjadi disini,” ujarnya.
Suroyo menambahkan, dari SK camat terkait alokasi pupuk untuk desanya seharunya masih ada kelebihan kuota lebih dari 20 ton untuk area lahan pertanian didesanya seluas lebih dari 130 hektar. Namun dari hasil pertemuan yang dilaksanakan pada Hari Rabu (03/09) antara ketua kelompok tani dengan supplier, PPL dan penyalur terdapat perbedaan data dari SK Camat Karangrejo yang dipegang kelompok tani dengan data yang dipegang PPL karena adanya realokasi. Sayangnya PPL tidak memberikan data realokasi pupuk bersubsidi kepada petani dengan alasan tidak memiliki kewajiban memberikan data. “Anehnya data dari penyalur yang kami pegang tidak ada tanda tangan dan stempel camat,” imbuhnya.
Sementara Camat Karangrejo Boimin mengaku tidak mengetahui terkait data kuota pupuk bersubsidi yang dipegang petani di Desa Gebyog yang mengatas namakan Kecamatan Karangrejo tanpa tanda tangan dan stempel tersebut. Boimin mengaku tidak pernah membuat maupun mengirimkan data SK kuota pupuk bersubsidi yang tanpa diserta tanda tangan dan stempel kecamatan tersebut. “ Saya ini tidak ngirim, ini malah dapat kiriman. Ini dari siapa saya tidak tahu ini,” katanya.
Petani Desa Gebyog menuntut adanya transparansi penyaluran pupuk bersubsidi didesanya karena selama ini selalu saja ada kekurangan pupuk. Untuk menyiasati pengurangan pupuk bersubsisi oleh pemerintah, petani mengaku mengirit pemupukan meski akhirnya berdampak pada penghasilan panen padi milik mereka. “SK camat dengan ¼ hektar lahan itu dapat pupuknya saat ini 1,5 kuintal, padahal dulu 2 kuintal. Karena tidak cukup petani mengirit pemupukan dan berpengaruh kepada hasil dimana ¼ hektar biasanya dapat 1,5 ton saat ini turun 2 kuintal,” ujar Gunawan salah satu petani. (DmS)

 67 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *