Connect with us

News

Ini Penyebab Tebing Telaga Sarangan Ambrol, 8 Sepeda Motor Tercebur ke Telaga Menurut SDA Magetan.

Published

on

Ini Penyebab Tebing Telaga Sarangan Ambrol, 8 Sepeda Motor Tercebur ke Telaga Menurut SDA Magetan.

 

RASI MEDIA  – Ambrolnya tebing di sisi selatan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur menyebabkan delapan sepeda motor tercebur ke dalam telaga. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan memastikan peristiwa tersebut terjadi akibat kondisi tanah yang jenuh air dan tekanan tanah yang tinggi.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Yuli K. Iswahyudi, menjelaskan ambrolnya tebing diduga dipicu oleh kejenuhan air pada lapisan tanah di atas cadas. Kondisi tersebut menimbulkan tekanan aktif tanah dan tekanan aktif air yang akhirnya merobohkan tembok pengaman di tepi Telaga Sarangan sisi Selatan. “Lokasi longsor berada di sisi selatan. Penyebab utamanya karena tanah sudah jenuh air, ditambah tekanan tanah dan tekanan air. Di lokasi itu juga terdapat pipa-pipa air yang semakin menambah kejenuhan tanah,” ujarnya melalui sambungan telepon,  Minggu (18/1/2026).

Baca Juga:  Ratusan Ekor Sapi Terpapar PMK, Pemkab Magetan Lockdown 51 Desa.

Yuli menambahkan, hingga saat ini, tidak ada rencana penurunan debit air Telaga Sarangan karena berisiko mengganggu fungsi telaga sebagai bendungan. “Kalau air diturunkan, risikonya besar. Pengisian kembali bisa memakan waktu berbulan-bulan dan bergantung pada curah hujan. Sampai hari ini belum ada instruksi dari Balai Besar maupun pengelola bendungan untuk menurunkan air,” imbuhnya.

Baca Juga:  Jelang HUT ke 346, Bupati Magetan Ajak Warga Kenang Pendahulu Dengan Ziarah Makam Bupati.

Sebagai langkah darurat, Pemkab Magetan menutup akses jalan di sisi selatan Telaga Sarangan sepanjang kurang lebih 70 meter. Penutupan dilakukan untuk menjamin keselamatan wisatawan sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan. “Sementara kita tutup dulu jalur selatan agar tidak ada kejadian serupa. Penanganan darurat sudah dilakukan sambil menunggu pembahasan penanganan permanen atau semi permanen,” ucapnya

Yuli menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terkait rencana perbaikan. Penanganan ke depan akan mempertimbangkan kondisi struktur tanah, karena lapisan tanah aluvial di atas cadas dinilai cukup rawan. “Kami masih menginventarisasi kondisi lapangan dan mendiskusikan solusi terbaik. Perencanaannya terus berkembang karena kewenangan utama ada di BBWS,” jelasnya

Baca Juga:  Tunjukkan Eksistensi Sebagai Kampung Kelinci, Desa Tanjung Sari Gelar Lomba Kuliner Sate Kelinci.

Yuli menerangkan,  Telaga Sarangan memiliki luas sekitar 30 hektare dengan kapasitas tampungan air mencapai 3,9 juta meter kubik air yang mampu mengairi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah hilir. Di bawah Telaga Sarangan terdapat sembilan bangunan pengambilan air untuk kebutuhan irigasi, dengan jaringan terbesar yakni Daerah Irigasi (DI) Jejerok  yang melayani sekitar 5.300 hektare lahan, termasuk untuk kebutuhan pabrik gula.” Fungsi tersebut menjadikan Telaga Sarangan sebagai aset vital yang harus mengutamakan kepentingan besar petani dan sektor industri gula,” pungkas Yuli.

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM