RASI MAGETAN – Dalam upaya menguatkan budaya literasi di lingkungan sekolah, SMP Negeri 1 Magetan menggelar pelatihan jurnalistik dengan menghadirkan jurnalis profesional sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh 60 siswa yang tergabung dalam redaksi majalah sekolah Snesma Berseri dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kepala SMPN 1 Magetan, Agus Sunadi, mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membekali siswa dengan kemampuan menulis dan memahami dunia jurnalistik secara lebih mendalam.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kemampuan siswa dalam memahami dunia penulisan akan semakin diperdalam oleh narasumber yang berasal dari pelaku jurnalis, praktisi media sosial, dan fotografi. Kita menghadirkan narasumber yang sudah melintang di dunia jurnalistik. Semoga anak anak mendapat ilmu yang baru sehingga berguna untuk masa depan mereka,” ujar Agus Sunadi.
Agus Sunadi menambahkan, SMPN 1 Magetan sendiri secara rutin menerbitkan majalah sekolah setiap semester sebagai wadah publikasi kegiatan siswa sekaligus sarana mendukung gerakan literasi sekolah. Selain itu, sekolah juga mewajibkan setiap siswa membaca minimal dua judul buku dalam setahun dan membuat resume sebagai bagian dari pengembangan literasi. “Dalam 1 tahun terbit 2 majalah kita, Isi majalah semuanya full dari karya ekspresi anak anak,” imbuhnya.
Kebiasaan literasi ini telah membuahkan hasil positif. SMPN 1 Magetan berhasil meraih predikat juara umum dalam ajang O2SN, dengan prestasi yang mencakup bidang sastra, olahraga, dan akademik. Sebanyak 32 siswa tercatat menyumbangkan kejuaraan dari berbagai cabang lomba. “Peserta OSN, FLS2N maupun OSN kita mendapat 11 medali juara satu, yang juara 2 dan 3 total ada 32 siwa kami yang juara. Hasil tadi diserahkan di GOR Alhamdulillah SMPN 1 Juara Umum. Ini membuktikan bahwa literasi bukan hanya membentuk budaya baca, tetapi juga membangun karakter dan prestasi siswa di berbagai bidang,” tambah Agus.
Dengan pelatihan dan program literasi yang berkelanjutan, SMPN 1 Magetan berharap dapat mencetak generasi muda yang tak hanya cerdas, tetapi juga kritis, kreatif, dan siap bersaing di era digital. (DmS)