RASI MEDIA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan mulai memproses pembangunan bangunan inlet dan outlet Embung Sidowayah pada 2026. Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap tender dengan nilai pagu sekitar Rp800 juta dan ditargetkan rampung pada Desember mendatang agar embung dapat mulai menampung air saat musim hujan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Magetan Yuli K. Iswahyudi mengatakan proses lelang pekerjaan masih berlangsung. Pembukaan dokumen penawaran dijadwalkan pada Senin dan dapat dipantau melalui laman LPSE. “Masih tender. Pembukaan penawaran hari Senin. Nilai pagunya sekitar Rp800 juta, tetapi nilai kontraknya nanti masih menunggu hasil tender,” kata Yuli saat dikonfirmasi, Minggu (20/7/2026).
Yuli menjelaskan pembangunan tahun ini difokuskan pada penyelesaian bangunan inflow dan outflow sebagai jalur masuk serta keluarnya air dari embung. Menurutnya, keberadaan dua bangunan tersebut menjadi syarat agar Embung Sidowayah dapat mulai difungsikan. “Targetnya tahun 2026 ini menyelesaikan bangunan inlet dan outlet. Kami harapkan pada musim hujan nanti embung sudah bisa menampung air,” ujarnya.
Selain pembangunan Embung Sidowayah, Yuli menyebut Bidang SDA PUPR Magetan juga memperoleh tambahan pekerjaan yang didanai pemerintah pusat. Tahun ini, PUPR Magetan mendapatkan alokasi sekitar Rp39 miliar untuk penanganan 61 lokasi melalui berbagai program, ditambah anggaran sekitar Rp13,9 miliar dari program Instruksi Presiden (Inpres) untuk mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Magetan.