RASI MEDIA – Sebanyak 150 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Ponorogo membawa botol plastik bekas untuk ditukarkan dengan bibit tanaman saat mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII di SMAN 2 Ponorogo, Minggu (5/7/2026). Aksi itu menjadi simbol bahwa perubahan pendidikan dan kepedulian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana.
Tak hanya mengikuti aksi peduli lingkungan, para guru juga memperdalam konsep pembelajaran mendalam (deep learning) melalui berbagai kelas yang disiapkan panitia.
Koordinator Panitia TPN XIII Kabupaten Ponorogo, Yuanita Ardyanti, mengatakan peserta tidak hanya diajak memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membawa semangat perubahan ke sekolah masing-masing.
“Kami ingin setiap peserta pulang tidak hanya membawa pengetahuan baru, tetapi juga semangat untuk bergerak. Karena itu, TPN menghadirkan ruang belajar bagi guru, ruang berekspresi bagi murid, kolaborasi lintas sektor, aksi peduli lingkungan melalui penukaran botol bekas dengan bibit, hingga penyerahan Beasiswa #LanjutBelajar,” kata Yuanita.
Panitia menyiapkan 100 bibit tanaman yang dibawa pulang peserta sebagai simbol bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara bersama. Kegiatan itu mengusung tema “Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia.”
Selama kegiatan berlangsung, sekitar 150 guru mengikuti beragam ruang belajar yang dirancang untuk memperkuat kompetensi dan kepemimpinan pembelajaran. Mereka mengikuti Kelas Pendidik, Kelas Pemimpin, Kelas Kolaborasi, Kelas Kompetensi, hingga Cerdas Cermat Guru (CCG) yang dikemas secara interaktif.
Selain guru, sebanyak 21 murid dari tujuh sekolah menampilkan karya terbaik dalam Pameran Karya Murid. Mereka mempresentasikan proyek dan inovasi di hadapan siswa dari jenjang berbeda sehingga tercipta ruang diskusi dan saling memberi umpan balik.
Panitia juga menyerahkan Beasiswa #LanjutBelajar kepada siswa yang membutuhkan sebagai upaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menghambat akses pendidikan.
TPN XIII menghadirkan 17 narasumber dari berbagai bidang. Sebanyak 12 praktisi pendidikan berbagi inovasi pembelajaran, sedangkan lima narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, RSU Muslimat Ponorogo, dan Rangkul Ponorogo memaparkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pendidikan.
Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara Kabupaten Ponorogo, Darus Solekah, menegaskan transformasi pendidikan hanya dapat terwujud melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Perubahan pendidikan tidak bisa dilakukan sendirian. Guru, murid, sekolah, komunitas, pemerintah, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya. Ketika semua bergerak bersama, perubahan tidak lagi menjadi cita-cita, tetapi menjadi kenyataan yang tumbuh dari ruang-ruang belajar,” ujar Darus.
Perwakilan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur juga mengapresiasi penyelenggaraan TPN XIII Ponorogo. Menurutnya, komunitas belajar memiliki peran penting dalam memperluas jejaring, berbagi praktik baik, dan menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, TPN XIII Ponorogo tidak hanya menjadi forum berbagi pengalaman antarguru, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi lintas sektor, kepedulian terhadap lingkungan, serta penerapan pembelajaran mendalam yang diharapkan dapat diterapkan di sekolah masing-masing.