News

Simpan Serbuk Peledak dan Nyalakan Petasan, 2 Remaja di Ponorogo Diamankan Polisi.

Published

on

RASI FM – Kepolisian Sektor Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengamankan ADE (18) dan ABH (17) keduanya warga Jl. Dendris, Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo dan yang kedapatan menyimpan racikan bubuk mercon. Kapolsek Sambit, AKP Baderi mengatakan, kedua pelajar tersebut awalnya menyalakan petasan pada hari Senin, (3/3) pukul 06.00 wib di Jl. Baru Kemuning – Bendo masuk Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

“Ada laporan dari warga hingga akhirnya unit Reskrim Polsek Sambit langsung mendatangi TKP, kemudian mendapati 2 orang yang membawa 7 selongsong petasan siap ledak, dan korek api warna hijau,” ujarnya melalui pesan singkat Kamis (6/3/2025).

Baderi menambahkan, anggota Polsek Sambit kemudian melakukan pemeriksaan di rumah kedua pelaku. Di rumah keduanya polisi menemukan sejumlah kantong plastik yang berisi serbuk yang diduga merupakan bahan peledak.

“Kemudian petugas langsung melakukan penangkapan dan menyita barang bukti. Selanjutnya terlapor berikut barang bukti dibawa ke Mapolsek Sambit untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.” Imbuhnya.

Dari rumah keduanya Polsi mengamankan 2 kantong plastik warna bening berisi serbuk yang berwarna ke abu abuan seberat 524,9 gram dan seberat 75 gram sebagai campuran membuat bahan peledak. Polsi juga menemukan 1 kantong plastik warna bening berisi serbuk yg berwarna ke putih seberat 151,1 gram sebagai campuran membuat bahan peledak, 1 kantong plastik warna merah berisi serbuk yang berwarna kuning seberat 159,6 gram sebagai campuran membuat bahan peledak serta 1 buah gelas plastik warna bening berisi serbuk petasan atau bahan peledak yang sudah tercampur seberat 5,3 gram. Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 1 (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951 tentang bahan peledak. Meski demikian polisi tidak menahan keduanya karena statusnya sebagai pelajar dan mahasiswa.

“Pelaku kami kenai pasal 1 (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951 tentang bahan peledak. Tidak kami tahan karena pelajar, namun proses jalan,” pungkasnya. (DmS)

Click to comment

Trending

Exit mobile version