Connect with us

Ekonomi&UMKM

Mengenal Motif Batik Pragak Parang Dari Magetan

Published

on

Mengenal Motif Batik Pragak Parang Dari Magetan

Rasi Fm – Kehadiran kampong batik di Desa Pragak Kecamatan Parang yang diresmikan oleh Bupati Magetan beberapa waktu lalu membawa angin segar bagi perkembangan batik di Kabupaten Magetan. Siti salah satu penggiat batik pragak Parang mengatakan, warga mulai menggeluti usaha membatik sejak 5 tahun lalu setelah Slamet yang merupakan karyawan di salah satu pengrajin batik mengajarkan tekhnik membatik kepada warga. Warga sendiri kemudian mendapat pelatihan dari Dinas Perdagangan Kabupaten Magetan.
“Kita tadinya kerajianan dari ibu rumahan, setelah mendapat pembinaan dari dinas, warga sini sebelumnya belum ada yang membatik, kebetulan warga sini ada warga desa kami yang hijrah dari desa Pragak kebetulan ilmu mereka di ajarkan kepada warga desa kami,” ujarnya.
Siti menambahkan, untuk motif, kelompok pembatik di Desa Pragak Parang memilih motif penguatan karakter lingkungan di desa mereka. Motif batik Pragak Parang diambil dari kondisi alam sekitar seperti motif sekar jati, mas kumambang, simbar beji dan likak likuk. Semua motif tersebut merupakan unsur alam yang ada di Desa Pragak yang kemudian dituangkan dalam motif di atas kain sehingga menjadi sebuah motif yang cantik dan diminati penggemar batik.
“Sekar jati karena banyakanya tubuhan jati di Pragak sini, kemudian mas kumambang banyaknya tumbuhan disawah, itu ada bekicotnya juga, Simbar beji kita dapat ide dari tubuhan tanduk rusa yang ada dipunden sini, likak likuk sendiri makanan khas dari Magetan yang kita ambil jadi motif,” imbunya.

Baca Juga:  Ini Alasan Pemkab Magetan Membuka Gratis Pendidikan Setara Diploma 1.

Di Desa Pragak Parang saat ini terdapat 20 warga yang terbagi ke dalam 2 kelompok pembatik yang mengembangkan batik Pragak. Lebih dari 600 lembar batik setiap bulan berhasil mereka produksi dengan harga antara 160 ribu rupiah hingga 600 ribu rupiah setiap lembar. Kampung batik Parang Selo di Pragak merupakan kampong batik ke 30 yang diresmikan pemerintah daerah Magetan. Untuk menunjang perkembangan industry batik di Magetan pemerintah daerah rutin menggelar pelatihan dan akan membangun rumah promosi untuk menunjang pemasaran handycraff yang di produksi warga. (DmS).

Baca Juga:  Cara Hindari Lonjakan Pembayaran Listrik Jika Pemerintah Hentikan Program Listrik Gratis di Masa Pandemi Covid 19.

 565 total views,  3 views today