Pendidikan

2.600 Anggota Pramuka MTs se-Magetan Ikuti Madaris Camp Fest 2026

Published

on

RASI MEDIA — Sebanyak 2.600 anggota Pramuka dari madrasah tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengikuti Madaris Camp Fest 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, etika, dan kepedulian terhadap masyarakat. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan Suwito mengapresiasi pelaksanaan Madaris Camp Fest 2026 yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Magetan tersebut. Menurut Suwito, gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik melalui pendidikan umum maupun pendidikan madrasah. “Alhamdulillah, kegiatan Madaris Camp Fest tahun 2026 ini kami apresiasi. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui gerakan Pramuka,” kata Suwito.

Ia mengatakan kegiatan kepramukaan tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda. Para peserta mendapat pembelajaran mengenai etika, moral, disiplin, tanggung jawab, serta nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka. Suwito berharap Madaris Camp Fest dapat berlangsung secara berkelanjutan dan terus dikembangkan. Ia juga mendorong agar kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Menurut dia, peserta Pramuka dapat mengisi kegiatan dengan aksi sosial seperti pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan semacam itu sekaligus menanamkan kepedulian sosial kepada generasi muda. “Harapannya kegiatan ini terus berlanjut dan dapat dikembangkan serta memberikan manfaat kepada masyarakat. Misalnya melalui bantuan sosial yang dilakukan komunitas melalui gerakan Pramuka,” ujarnya.

Selain kegiatan sosial, Suwito menilai pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ribuan peserta juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dan pendamping berpotensi meningkatkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Tidak bisa dimungkiri, ada UMKM-UMKM di sekitar lokasi yang perlu kita perhatikan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, harapannya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” kata Suwito.

Ia berharap kegiatan kepanduan di lingkungan madrasah terus berkembang sehingga mampu mencetak generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.

Click to comment

Trending

Exit mobile version