Rasi Media — Mahasiswa KKN Tematik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadirkan inovasi alat pemupukan sederhana berbahan paralon untuk membantu mempermudah aktivitas petani di Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Alat tersebut diperkenalkan sekaligus diserahkan kepada kelompok tani dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Desa Baleasri, pada Kamis, 10 September 2026
Kegiatan ini diikuti sekitar 15 peserta dan dihadiri oleh Ibu Supriyati selaku Pj. Kepala Desa Baleasri, Bapak Tri selaku Sekretaris Desa Baleasri, serta perwakilan kelompok tani dari setiap RW di Desa Baleasri.
Inovasi alat pemupukan tersebut berangkat dari kondisi pertanian Desa Baleasri yang menjadi salah satu sektor penting bagi masyarakat. Sebagian besar warga menggantungkan mata pencaharian pada budidaya padi dan palawija. Namun, dalam proses pemupukan, petani masih banyak menggunakan cara manual dengan menaburkan pupuk secara langsung menggunakan tangan.
Cara tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar, terutama ketika pemupukan dilakukan pada lahan yang luas. Petani juga harus berulang kali membungkuk atau jongkok ketika menaburkan pupuk, sehingga membuat tubuh lebih cepat lelah. Selain itu, penaburan secara manual juga dapat membuat pupuk tidak tersebar secara merata.
Kondisi tersebut turut dirasakan oleh salah satu perwakilan kelompok tani, Eko Purwanto. Ia mengatakan bahwa pemupukan secara manual membutuhkan waktu cukup lama dan membuat petani merasa lelah karena harus terus berada dalam posisi membungkuk.
“Makan waktu lama, sama capek. Membungkuk terus. Kalau pakai alat itu kan kita sambil berdiri, sambil jalan, jadi enak, tidak terlalu capek. Juga menghemat waktu,” ujar Eko.
Menurut Eko, penggunaan alat tersebut membuat proses pemupukan menjadi lebih praktis dibandingkan dengan cara manual. Petani dapat melakukan pemupukan sambil berdiri dan berjalan sehingga tidak harus terus-menerus membungkuk.
“Lebih efisien, lebih cepat daripada manual,” tambahnya.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tematik membuat alat pemupukan sederhana dengan memanfaatkan paralon. Alat ini dirancang sebagai alternatif untuk membantu petani dalam proses pemupukan sehingga kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Desa Baleasri, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan alat yang telah dibuat, tetapi juga memberikan pendampingan mengenai cara penggunaannya. Peserta diberikan penjelasan mengenai bagian dan fungsi alat, kemudian mahasiswa memperagakan cara penggunaan alat dalam proses pemupukan.
Perwakilan kelompok tani juga diberi kesempatan untuk mencoba menggunakan alat tersebut secara langsung. Praktik ini dilakukan agar peserta dapat memahami cara kerja alat dan mengetahui penggunaannya sebelum diterapkan dalam kegiatan pertanian di masing-masing wilayah.
Respons positif juga disampaikan Eko Purwanto setelah mencoba alat tersebut. Menurutnya, alat yang diperkenalkan mahasiswa sudah cukup membantu dalam proses pemupukan. Ia berharap inovasi tersebut masih dapat dikembangkan agar penggunaannya semakin efisien.
“Semoga ke depannya bisa diperbarui lagi dan lebih efisien lagi. Sebenarnya sudah bagus,” ungkap Eko.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN juga menyerahkan alat pemupukan kepada kelompok tani di Desa Baleasri. Terdapat empat RW di Desa Baleasri, dengan masing-masing RW mendapatkan dua unit alat. Dengan demikian, sebanyak delapan unit alat pemupukan sederhana diserahkan untuk dimanfaatkan oleh kelompok tani di setiap wilayah.
Penyerahan alat tersebut diharapkan dapat membuat manfaat kegiatan KKN tetap berlanjut setelah mahasiswa menyelesaikan program di Desa Baleasri. Kelompok tani dapat memanfaatkan alat yang telah diberikan dalam kegiatan pemupukan serta menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik UNESA berupaya menghadirkan inovasi sederhana yang berangkat dari permasalahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemanfaatan paralon sebagai alat pemupukan diharapkan dapat membantu petani melakukan pemupukan dengan lebih praktis, menghemat waktu dan tenaga, serta mengurangi aktivitas membungkuk secara berulang selama proses pemupukan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Tematik dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat Desa Baleasri melalui inovasi sederhana yang dapat langsung dimanfaatkan oleh kelompok tani.