Rasi Fm – LSM Krisna Magetan tuding adanya dugaan pungli dalam kegiatan sumbangan uang dilakukan oleh SMA N 1 Maospati.
Ketua LSM Krisna Sariyanto Hari Purnomo mengatakan dalam kegiatan pembelian lahan yang diinisiasi oleh Komite Sekolah dituding melakukan pungutan dengan besaran untuk kelas 1 sebesar Rp 1.5 jt siswa kelas 2 sebesar Rp 1 juta dan kelas 3 sebesar Rp 750.
Menurutnya program pembelian lahan untuk parkir tersebut telah menyalahi aturan dan memberatkan wali murid.
” Katanya Kepala Sekolah ada program mengajukan ke Komite, tapi komite mengadakan pertemuan di gedung sini dengan wali murid untuk menarik kelas 1 juta 500, kelas 2 satu juta, kelas 3 tujuh ratus limapuluh ribu rupiah. Makanya hal semacam itu bertentangan dengan permen no 27 tahun 2016. Pelanggarannya pungli, di permen itu tidak diperkenankan, diajukan ke pemerintah bukan begitu,” ujarnya.
Sariyanto menambahkan, pungutan sumbangan dengan besaran Rp 750 hingga Rp 1.500.000 sangat memberatkan wali murid mengingat masyarakat saat ini karena masyarakat masih kesulitan perekonomian pasca covid 19. Dia menyayangkan Kepala Sekolah SMA N 1 Maospati mengaku tidak tahu dan menyerahkan program pengadaan lahan parkir sekolah kepada Komite Sekolah.
“Makanya saya terjun ini karena ada keluhan. Keluar dari pertemuan sudah ada keluhan. Karena kita dilanda pandemi 2 tahun belum selesai, terus ini dilanda lagi penarikan 1,5 juta kan lebih parah lagi,” imbuhnya.
Sariyanto mengaku akan melakukan croscek dengan pihak Komite Sekolah Terkait kegiatan pengadaan lahan parkir yang dibebankan kepada wali murid, Karena saat ke sekolah Ketua Komite Sekolah berada di Jakarta. (DmS).