News

Warga Sukowidi Panekan Keluhkan Ratusan Pohon Cengkeh Milik Mereka Mati Tanpa Solusi.

Published

on

RASI FM – Ratusan pohon cengkeh milik warga Desa Sukowidi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan tiba tiba mengering dan mati. Yatno salah satu petani cengkeh di Desa Sukwidi mengaku 2 tahun terakhir 12 pohon cengkeh miliknya mengering dan mati. Saat ini hanya tinggal 8 pohon cengkeh miliknya yang masih hidup, meski demikian 8 pohon cengkeh miliknya dibayang bayangi penyakit mengering.
Dia mengaku awalnya hanya bagian pucuk pohon yang mengering, namun pelan pelan daun dan ranting dibawahnya ikut mengering hingga seluruh pohon mengering dan mati.

“Yang mati punya saya 12 sekarang tinggal 8. Mulanya bagian pucuk mengering, 2 tahun kemudian pelan pelan turun mengering sampai seluruh pohon mengering dan mati,” ujarnya.

Yatno menambahkan, petani cengkeh di desanya tidak tahu pasti penyebab matinya pohon cengkeh milik mereka. Mereka hanya mendapat informasi bahwa pohon cengkeh mereka mengering dan mati karena virus saat Dinas Pertanian mengunjungi desa mereka setahun lalu. Sayangnya petugas dari Dinas Pertanian tidak memberitahukan obat dan cara penanganan pohon cengkeh milik mereka sehingga petani mengaku merugi puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Katanya virus, kita tidak tahu solusinya karena petugas pas ke sini ya bilang kena virus. Untuk obat atau penanganannya kita tidak diberi tahu. Satu pohon bisa 50 sekali panen, untuk harga saat ini Rp 40.000 perkilo,” imbuhnya.

Dari satu pohon cengkeh Yatno mengaku bisa memanen 50 kilo jika dengan harga Rp 40.000 maka kerugian satu pohon mencapai 20 juta rupiah. (DmS)

Click to comment

Trending

Exit mobile version