RASI MAGETAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 di Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, tak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur dan rumah warga, tetapi juga turut membangun kembali salah satu masjid bersejarah di wilayah tersebut.
Kepala Desa Kembangan, Yani Maryadi , menjelaskan bahwa masjid yang tengah dibangun merupakan masjid tertua di wilayah Dukuh Dongmerak. “Ini masjid bersejarah, masjid pertama yang dibangun di wilayah sini, termasuk dibandingkan dengan yang ada di Gedung Ngo, Tinap, maupun Temboro,” ungkap Yani, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, masjid tersebut merupakan peninggalan tokoh agama setempat, Bah Yai Haji Umar, yang dikenal sebagai salah satu penyebar Islam di kawasan itu. Dari cerita turun-temurun, beberapa ulama besar seperti Bah Yai Mahmud (pendiri Pondok Pesantren Temboro), Bah Yai Muhammad Karim, Bah Yai Ismail dari Gedung Ngo, dan Bah Yai Haji Soleh dari Kembangan Utara pernah menimba ilmu di masjid tersebut.
“Masjid ini menjadi saksi sejarah perkembangan dakwah Islam di daerah sini. Dulu para Yai besar mengaji di sini sebelum berdirinya pondok-pondok pesantren besar,” jelasnya.
Yani menyebutkan, pembangunan kembali masjid bersejarah itu memberi semangat baru bagi masyarakat. “Manfaatnya luar biasa. Nantinya masyarakat bisa beribadah dengan lebih nyaman, jamaah lebih betah, dan kegiatan keagamaan bisa lebih hidup,” ujarnya.
Selain pembangunan masjid, TMMD ke-126 di Desa Kembangan juga meliputi pembangunan pos kamling dan bedah rumah bagi warga kurang mampu. “Ada delapan rumah yang dibangun ulang dari nol karena kondisinya sudah tidak layak. Secara total, melalui TMMD ini kami mendapat 15 unit rumah yang diperbaiki,” jelasnya.
Program TMMD juga diisi kegiatan sosialisasi lintas sektor, mulai dari bidang pendidikan, pertanian, hingga koperasi dan UMKM. “Pokoknya alhamdulillah, TMMD ini sangat bermanfaat untuk kemajuan desa kami, terutama membuka akses jalan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkas Yani. (DmS)