RASI FM – Dinas Kesehatabn Kabupaten Magetan mencatat ada 10 kasus pasien dirawat karena DBD hingga pertengahan Januari 2024. Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Agus Yudi Purnomo mengatakan, adanya kenaikan kasus demam berdarah dipicu berbagai factor diantaranya memasuki musim hujan yang membuat trend kasus DBD naik di Kabupaten Magertan. Kenaikan kasus DBD di Magetan juga di karenakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yang berkurang dimusim penghujan.
“ DBD di Magetan ketika memasuki musim hujan trendnya pasti naik. Kita lalai membersihkan sarang nyamuk. Musim kemarau jentik banyak ditemukan di dalam rumah di bak mandi di penampungan air, Tapi kalau musim hujan jentik banyak ditemukan diluar rumah, di ban bekas, di potongan bambu di bekas tempat air minum kita,” ujarnya.
Agus Yudi Purnomo menambahkan, untuk menekan jumlah kasus kasus DBD Dinas Kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk terus melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dimana di musim hujan dengan banyaknya air yang tergenang membuat perkembangbiakan nyamuk juga semakin cepat. Virus dengue menurut Agus sudah dimiliki oleh nyamuk yang baru menetas sehingga semakin banyak telur nyamuk menetas semakin tinggi resiko naiknya angka kasus DBD di Magetan.
“ketika dia menetas ini telurnya sudah mengandung dengue, karena kita memang daerah endemis. Jadi tanpa menunggu dari luar tetap bisa karena virus dengue itu ada di Magetan. Hanya bagaimana dia seberapa banyak virus masuk ke dalam tubuh, Semakin banyak tergigit nyamuk semakin banyak virus masuk ke dalam tubuh,” imbuhnya.
Meski sempat mencatat 0 kasus di bulan Oktober 2023 namun jumlah pasien terkena DBD semakin meningkat di awal tahun 2024. (DmS)