Pendidikan

Peringati Milad ke 9, Pesantren Al Jahra Gelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan.

Published

on

RASI FM – Memperingati milad ke 9 Pesantren Al – Jahra menggelar sejumlah kegiatan diantaranya kegiatan sarasehan dan dialog kebangsaan. Bupati Magetan yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, dalam konsep wawasan kebangsaan pesantren yang ada di Magetan harus bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga akan turut membangun Kabupaten Magetan.

“Suatu saat kota Magetan akan menjadi kolam besar, itu kan sumber daya manusia. Dengan pesantren tadi ada yang datang dari Papua sehingga orang terbaik se Indonesia akan kumpul disini,” ujarnya.

Menurutnya keberadaan pesantren di Kabupaten Magetan akan menjadi kolam besar yang akan menjadi tujuan dari para santri dari seluruh Indonesia.

“Sehingga konsekuensinya kalau sumber daya manusianya bagus pasti akan maju. Kalau Sekolahan ini menjadi yang terbaik, seluruh Indonesia akan ada disini,” ujarnya.

Sementara Pembina Pesantren Al – Jahra Udi Djatmika mengatakan, kegiatan sarasehan kebangsaan yang dilakukan adalah untuk lebih memupuk rasa kebangsaan para santri dan santriwati terhadap kecintaan kepada Bangsa Indonesia. Wawasan kebangsaan yang diterapkan di Pesantren Al Jahra adalah dengan melakukan penerapan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang diterapkan oleh pemerintah.

“Sejak awal kita sudah melakukan ini. Melalui pendidikan seperti PMP itu, juga dalam kegiatan pramuka ada nilai kebangsaan. Dengan adanya isu kemarin kita melakukan penguatan supaya tidak ada miss komunikasi dan distorsi informasi kita undang tokoh yang berkompeten untuk membangkitkan rasa kebangsaan ini,” katanya.

Keterbukaan Pesantren Al Jahra terhadap penguatan kebangsaan bahkan juga di jalin bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris BNPT. Pelaksanaan kurikulum di Pesantren Al Jahra juga terbuka. Pesantren Al Jahra sendiri saat ini memiliki 777 siswa dari sekolah tingkat SMP dan Aliyah.

“Kurikulum yang ada pada kita terbuka, siapapun bisa mengakses, bisa koreksi apakah disini ada kesesuaian penumbuhan nilai kebangsaan bagi anak didik, tetapi juga pada civitas akademika pengajar itu bagaimana membangun kecintaan pada negeri ini dalam bentuk sumbangsih mereka, tenaga pikirannya untuk mendidik anak bangsa ini,” katanya. (DmS)

Visual News Klik

Click to comment

Trending

Exit mobile version