News

Miber, Cara Camat Plaosan Mengajak Masyarakat Diskusi dan Edukasi Terkait Pelayanan Masyarakat.

Published

on

RASI FM – Pemerintah Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan memiliki cara yang unik dan jarang dilakukan oleh pemangku kebijakan di tingkat kecamatan dalam mengedukasi dan mengajak masyarakat mengetahui program pemerintah. Camat Plaosan Dian Maheru Robbi Widyatmoko memanfaatkan media sosial IG dalam mensosialisasikan dan mengajak diskusi masyarakat melalui kegiatan live media sosial yang diberi nama Miber atau menyapa lewat cyber yang dilaksanakan setiap Rabu Legi. Pemilihan hari Rebo legi didasarkan pada dalam kebiasaan adat jawa memilih hari yang baik untuk memulai usaha. “Dulu ada teman yang suka siaran media sosial, kita pikir bagaimana bisa memanfaatkan SDM seperti ini dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat, akhirnya muncul Miber, menyapa lewat cyber. Bahwa hari tersebut merupakan hari terbaik untuk melaksanakan kegiatan,” ujarnya.

Dian Maheru menambahkan, kegiatan menyapa masyarakat melalui live media sosial tersebut dimaksudkan untuk mempermudah menjangkau masyarakat di Kecamatan Plaosan melalui kemudahan teknologi. Melalui siaran yang bisa dijangkau masyarakat sejumlah permasalahan yang dihadapi masyarakat bisa langsung disampaikan warga. Selain ditanggapi langsung sejumlah pemasalahan yang disampaikan warga juga tercatat dalam kolom komentar warga. “Ada yang bertanya depan refugia kewenangan siapa, dia menyatakan banyak sampah. Akhirnya kita laksanakan kerja bhakti,” imbuhnya.

Selain mengajak dialog masyarakat, kegiatan miber juga dimanfaatkan untuk sosialisasi dan menambah wawasan masyarakat terkait sejumlah informasi dan program pemerintah yang penting untuk diketahui masyarakat baik program layanan kependudukan maupun edukasi kepada masyarakat seperti progam KB. “Kita ada tema tertentu yang kita bahas seperti kemarin untuk KB laki laki, kita bahas sebagai edukasi kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain memiliki program ciber, Dian Maheru juga memiliki sejumlah program yang inovatif dan kreatif seperti program netes, bantuan telur dari peternak ayam petelur untuk membantu balita yang mengalami stunting serta sejumlah program lainnya seperti pemberian oleh-oleh sarang sari bagi warga yang mengalami keterlambatan pelayanan atau tidak bisa bertemu langsung dengannya ketika membutuhkan layanan di kecamatan Palosan. Oleh-oleh yang diberikan selain bentuk penghargaan kepada masyarakat juga untuk membantu promosi produk yang dibuat oleh masyarakat dari potensi yang ada di desa mereka. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Click to comment

Trending

Exit mobile version