RASI FM – Warga Desa Terung Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan memiliki cara unik untuk memperkenalkan tempe sebagai produk unggulan warganya. Melalui kegiatan pagelaran seni budaya dan festival tempe yang dikemas dalam kegiatan merti bumi selain mempromosikan tempe warga juga mempromosikan kepiawaian mereka dalam mengolah seni tari. Kegiatan merti bumi yang dilaksanakan di lapangan desa terung selama 4 hari menghadirkan pameran produk olahan tempe, pagelaran seni tari dan seni music, pawai tumpeng tempe, dan jalan sehat juga menampilkan seni teatrikal dari warga di 10 RT yang menggambarkan bagaimana usaha tempe mempengaruhi gerak laju perekonomian warga. Kepala Desa Terung Suwarno mengatakan, hampir 90 persen warganya yang berjumlah sekitar 1.200 kepala keluarga menggeluti pembuatan tempe sejak nenek moyang mereka.
“Merti bumi atau bersih desa ini kami lakukan sebagai upaya untuk mengenalkan tempe terung melalui pameran dan seni budaya terkait pembuatan tempa di desa kami. Hampir 90 prsen warga Terung ini pembuat tempe sejak nenek moyang dahulu. Kami mengenalkan bagaimana kualitas tempe Terung menjadi roda penggerak perekonomian warga,” ujarnya.
Pj Bupati Magetan Hergunadi yang hadir meramaikan kegiatan jalan sehat mengatakan, Desa Terung sudah identik dengan tempa bungkus daun pisang yang memiliki pangsa pasar tersendiri ditengah persaingan pasaran tempe yang ada di Kabupaten Magetan. Pasaran tempe desa Terung juga telah merambah ke sejumlah kota besar sepeti Jakarta dan kota lainnya. Menurutnya sudah selayaknya Desa Terung yang memiliki kualitas tempe terbaik di Magetan menjadi Kampung Tempe.
”Ini upaya promosi yang kreatif dimana tempe Terung yang sudah terkenal enak ini memiliki ikon menjadi kampong tempe karena pemasaran tempe sudah sampai ke Jakarta nah iin juga harus ditingkatkan promosiya melalui kegiatan kreatif menggelar festival tempe Terung Merti Bumi. Pemerintah daerah melalui instansi terkait tentunya akan medukung pengembangan tempe terung melalui instansi terkait,” katanya.
Kegiatan Merti bumi di Desa Terung juga dimeriahkan oleh penampilan seni koreografi tari yang menceritakan Desa Terung yang memiliki keterikatan sejarah dengan Kerajaan Majapahit dimana di masa keruntuhan Kerajaan Majapahit. Penari dan koreografi tarian yang ditampilkan merupakan murni di lakukan oleh warga desa baik muda maupun tua.
Adipati Terung putra Brawijaya ke V yang menjadi panglima perang kerajaan Majapahit memilih Desa Terung sebagai lokasi melatih pasukan elit dari Suku Kalang sebagai prajurit inti untuk melawan Kesultanan Demak. Jejak peninggalan Adipati Terung membentuk pasukan elit kerajaan masih bisa ditemukan di Desa Terung seperti lokasi perbauan Adiapti Terung, lokasi perabuan dan lokasi latihan perang prajurit masih bisa kita dapati di seputar Punden Desa Terung.. ( dMs)