RASI FM – Warga Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur membongkar makam palsu yang diklaim sebagai makam Mbah Sobari, salah satu leluhur pendiri Pondok Pesantren Jenes, Ponorogo di tempat pemakaman umum kelurahan setempat. Lurah Brotonegaran Setyo Laksono Putro mengatakan, pembongkaran makam palsu dilakukan warga pada Hari Minggu (13/4) karena dari ahli waris meyakini jika Mbah Sobari menginggal secara mukso atau tanpa jejak. “Dari ahli waris cerita bahwa dari kakek atau nenek meyakini bahwa Mbah Sobari meninggalnya misterius, tidak diketahui makamnya. Orang jawa bilang mukso,” ujarnya melalui pesa singkat Senin (14/4/2025).
Setyo Laksono menambahkan, pembongkaran makam palsu Mbah Sobari berawal dari kecurigaan warga terhadap keberadaan makam yang dibangun oleh seseorang dengan cukup megah. Bangunan makam yang berukuran 3 x 3 meter persegi tersebut dicor dan dikeramik, lengkap dengan atap genteng dan dipagari besi. Pemerintah Kelurahan Brotonegaran kemudian memfasilitasi mediasi antara warga dengan ahli waris dari Mbah Sobari. “Dilakukan musyawarah antara pengurus lembaga makam, tokoh masyarakat dan ahli waris dari makam yang menjadi objek sekarang. Disimpulkan bahwa makam yang diduga makam Mbah Sobari itu dipertanyakan kebenarannya, akhirnya sepakat untuk membongkar makam ” imbuhnya.
Keberadaan makam palsu Mbah Sobari yang mentereng dibandingkan dengan makam lainnya menurut Setyo Laksono menyalahi aturan dimana dilarang membangun makam permanen di pemakaman umum. Dari sejumlah keterangan warga yang membangun makam tersebut adalah dari pihak luar pada tahun 2020. “Dari kesaksian ahli waris tidak mengakui segala bentuk aktifitas yang ada di makam itu. Lembaga makam punya aturan, regulasi tata kelola makam. Di dalam tata kelola makam itu tidak boleh membangun makam secara permanen dengan cor yang besar.” Ucapnya.
Pembangunan makam palsu Mbah Sobari menurut Setyo Laksono juga menggeser makam lainnya. Ada 6 ahli waris yang mengaku makam leluhur mereka digeser untuk pembangunan makam palsu Mbah Sobari. “Ada ahli waris yang baru tau kalau makam orang tuanya dipindah dan digeser,” pungkasnya. (DmS)