Politik & Pemerintahan

Ketua DPRD Magetan Riyin,  DPRD Magetan Akan Perbaiki Citra dan Perkuat Pengawasan

Published

on

RASI MEDIA  – Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Riyin Nur Asiyah, berkomitmen memperbaiki citra lembaga legislatif setelah masyarakat sempat terluka akibat persoalan yang terjadi di DPRD Magetan.

Riyin mengatakan, perbaikan citra tidak cukup hanya dengan pernyataan, tetapi harus dibuktikan melalui penguatan kinerja dan sinergi seluruh pimpinan serta anggota DPRD. “Lebih ke kita buktikan lewat perkuatan. Karena masyarakat sudah terlanjur terlukai, kita harus mengobati secara pelan, tapi bismillah pasti,” kata Riyin.

Riyin menegaskan, dirinya bersama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Magetan akan bekerja sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Ia berharap kerja bersama tersebut dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap DPRD Magetan. “Insyaallah dengan sinergi, saya, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Magetan yang masih ada akan bahu-membahu, sesuai tugas dan wewenangnya masing-masing. Bismillah, kita perbaiki citra diri DPRD Kabupaten Magetan,” ujarnya.

Terkait pembahasan APBD Perubahan 2026, Riyin menjelaskan prosesnya masih berada pada tahap awal dan belum mencapai kesepakatan akhir. DPRD masih akan menjalani sejumlah tahapan pembahasan bersama eksekutif. “Memang proses pembahasan APBD perubahan ini belum finalisasi. Masih ada banyak sekali pembahasan. Kemarin itu baru kita buka saja, nanti masih ada beberapa kali tahapan sampai nanti kita berani lakukan pembahasan kesepakatan,” katanya.

Riyin juga memastikan pembahasan anggaran akan mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku. Termasuk dalam pembahasan pokok pikiran atau pokir anggota DPRD yang akan disesuaikan dengan sistem SIPD. “Semua kita ikuti aturan yang ada. Jadi semua sudah ditata untuk mekanisme waktu dan semuanya. Kita ikuti alur,” ujarnya.

Terkait anggaran sarana dan prasarana sekolah yang sebelumnya menjadi sorotan, Riyin menegaskan pembahasannya belum final. Ia menyebut anggaran tersebut tidak hanya untuk pembangunan toilet, tetapi mencakup berbagai kebutuhan sarana dan prasarana sekolah. “Bukan kok langsung toilet, bukan. Tapi sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana termasuk di dalamnya toilet. Ya apa pun yang dibutuhkan oleh SD-SD milik kita tercinta,” katanya.

Riyin menambahkan, pembahasan pokir juga masih dalam tahap penataan. Ia meminta semua pihak ikut melakukan pengawasan agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan. “Untuk pokir semua ikuti aturan sesuai dengan SIPD. Kebetulan sejak Riyin menjabat belum pernah merasakan pokir, belum ada. Nanti kita awasi bersama, mohon kerja samanya,” ujarnya.

Menurut Riyin, pokir tetap penting karena kondisi keuangan desa saat ini terbatas. Namun, ia memilih tidak mendahului pembahasan karena proses APBD Perubahan masih berlangsung. “Makanya kan masih dalam tahap penataan di perubahan. Jadi Riyin tidak mau menyalahi atau mendahului pokok pembahasan yang masih belum final. Takutnya nanti salah lagi,” katanya.

Riyin berharap seluruh proses pembahasan anggaran dapat berjalan sesuai aturan dan menghasilkan kebijakan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Magetan.

Click to comment

Trending

Exit mobile version