Kesehatan & OlahRaga

Kasus HIV di Magetan Capai 80, Dinkes: 54 Persen Didominasi Kelompok LSL

Published

on

RASI MEDIA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan mencatat 80 kasus HIV dalam sistem pelaporan hingga pertengahan Juli 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 penderita merupakan warga yang berdomisili di Kabupaten Magetan. Dinkes juga mencatat kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) menjadi penyumbang terbesar kasus HIV di daerah itu.

Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agoes Yudi Purnomo, mengatakan mayoritas pasien yang terdeteksi telah menjalani terapi. Namun, masih ada sebagian pasien yang belum bersedia memulai pengobatan karena belum menerima status HIV yang dialaminya. “Yang tercatat di sistem totalnya 80 kasus, tetapi yang berdomisili asli Kabupaten Magetan ada 72 orang,” kata Agoes, Senin (27/7/2026). Ia menambahkan, “Masih ada yang denial atau belum bisa menerima statusnya. Biasanya mereka baru mengetahui saat berobat karena penyakitnya tidak kunjung sembuh.”

Menurut Agoes, pola penularan HIV di Magetan kini mengalami perubahan. Jika sebelumnya cukup banyak ditemukan pada ibu rumah tangga, kini kasus lebih banyak berasal dari kelompok LSL yang mencapai sekitar 54 persen dari total kasus. “LSL sekarang sekitar 54 persen. Proporsinya semakin tinggi. Kalau dulu ibu rumah tangga cukup banyak, sekarang proporsinya semakin kecil,” ujarnya.

Dinkes Magetan terus melakukan skrining terhadap kelompok berisiko, menyediakan layanan konseling, serta pengobatan bagi penderita HIV. Namun, upaya pencegahan masih menghadapi tantangan karena komunitas LSL dinilai sulit dijangkau. “Semua populasi berisiko sudah kami skrining. Yang masih sulit dijangkau adalah komunitas LSL karena untuk masuk ke komunitas mereka tidak mudah,” katanya. Agoes mengimbau masyarakat yang telah terdiagnosis HIV untuk segera menjalani terapi. “Bagi yang sudah terdeteksi, jangan lama-lama denial. Segeralah mengakses pengobatan agar virus dapat dikendalikan dan daya tahan tubuh tetap terjaga,” pungkasnya.

Click to comment

Trending

Exit mobile version