News

Hujan Mulai Turun, Sembilan Desa di Ponorogo Masih Krisis Air Bersih

Published

on

RASI MEDIA – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo. Namun, hujan yang belum merata belum mampu mengakhiri krisis air bersih di sembilan desa yang tersebar di sembilan kecamatan. BPBD Ponorogo masih melakukan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan.

Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Ponorogo, Gatot Susanto, mengatakan hujan dalam beberapa hari terakhir baru turun satu hingga dua kali dengan intensitas ringan. “Daerah yang hujan masih di 12 kecamatan. Itu pun tidak merata. Sementara daerah yang masih dilakukan dropping ada sembilan desa, sembilan dukuh, dan sembilan kecamatan,” kata Gatot, Senin (2/11/2026).

Menurut Gatot, kondisi sumur warga di wilayah dataran tinggi masih mengering. Bahkan, untuk mendapatkan air satu jeriken berkapasitas 20 liter, warga harus menunggu hingga tiga jam. “Sumur di daerah yang mengalami kekeringan rata-rata sudah tidak keluar airnya. Kalaupun keluar, jumlahnya tidak memadai atau sangat kecil,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD mengerahkan sekitar 18 armada tangki dengan total kapasitas distribusi mencapai 108 ribu liter per hari. Hingga saat ini, distribusi air bersih terus dilakukan selama warga masih membutuhkan. “Selama masih ada permintaan dan wilayah yang kami dropping belum menginformasikan bahwa airnya sudah tersedia, kami tetap melakukan dropping,” tegas Gatot.

Berdasarkan informasi BMKG, Ponorogo diperkirakan memasuki puncak musim hujan pada dasarian kedua November atau sekitar 20 November 2026. Meski demikian, BPBD tetap melanjutkan distribusi air hingga sumber air warga kembali mencukupi. “Kalau sampai tanggal 13 November nanti masih belum ada air, kami tetap melakukan dropping. Nanti kami evaluasi wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan,” jelasnya.

Sementara itu, BPBD mencatat tidak ada lagi laporan kebakaran hutan dan lahan sejak hujan pertama turun sekitar 25 Oktober lalu. BPBD berharap hujan yang semakin merata pada November dapat mengakhiri krisis air bersih sekaligus mengurangi risiko bencana kekeringan di Ponorogo.

Click to comment

Trending

Exit mobile version