RASI MEDIA – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait adanya kasus super flu di wilayahnya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantiyo , mengatakan hingga awal tahun 2026 pihaknya belum ada laporan terkonfirmasi dari fasilitas layanan kesehatan. “Belum ada rilis secara resmi berapa kasusnya, karena sampai saat ini kami belum menerima laporan baik dari puskesmas maupun rumah sakit yang ada di Magetan,” kata Suwantiyo, Senin.
Meski demikian, Suwantiyo menyebut Kementerian Kesehatan telah memberikan arahan kepada daerah untuk menyampaikan langkah-langkah pencegahan kepada masyarakat agar flu tersebut tidak menjangkiti warga. Ia menjelaskan bahwa flu merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, sehingga masyarakat perlu meningkatkan daya tahan tubuh dan kebersihan diri.
Menurutnya, peningkatan imunitas komunitas menjadi langkah utama. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, rutin mencuci tangan, menggunakan masker di tempat umum, menjaga pola tidur tetap teratur, serta mengonsumsi makanan bergizi.“Harapannya, dengan penguatan imunitas ini, ketika ada virus yang masuk ke tubuh, tubuh mampu menangkal virus tersebut,” ujarnya.
Suwantiyo menjelaskan berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, super flu memiliki varian yang berbeda dengan COVID-19. Namun secara fisik, gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan flu biasa, seperti sakit kepala, demam, pilek, batuk, tubuh terasa lemah, dan pegal-pegal.“Yang membedakan, frekuensi sakitnya lebih panjang. Interval penyembuhannya lebih lama dibanding flu biasa,” jelasnya.
Suwantiyo mengaku faktor cuaca turut mempengaruhi munculnya penyakit flu. Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Amerika dan beberapa wilayah Asia yang mengalami peningkatan kasus flu saat musim dingin. Oleh karena itu, Dinkes Magetan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. “.Cuaca sangat berpengaruh terhadap munculnya flu, termasuk yang disampaikan sebagai super flu ini. Harapannya masyarakat bisa menjaga kesehatan agar flu tidak mudah berjangkit,” pungkas Suwantiyo.