Ekonomi

Cerita Suparno Pemilik Durian Kentang di Desa Ngiliran.

Published

on

Rasi Fm – Di Kecamatan Panekan terdapat durian yang memiliki ukuran hanya sekepalan orang dewasa. Warga menyebutnya durian kentang, karena ukurannya yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan durian yang biasa dibudidayakan warga. Suparno Warga Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan pemilik pohon durian ketang mengatakan, pohon durian miliknya merupakan pohon yang sudah turun temurun diwariskan oleh kakek buyutnya. Usia pohon durian tersebut diperkirakan berumur lebih dari 150 tahun.

“Dari kecil saya pohonnya sudah besar seperti ini. Ini yang menanam kata bapak saya dari mbah buyut saya. Kalau usia pohonnya mungkin sudah 100 tahun lebih atau lebih dari 150 tahun,” ujarnya.

Pohon durian kentang milik Suparno sebenarnya tidak ada bedanya dengan pohon durian lainnya. Dari bentuk fisik durian, rasa dan warna tidak ada bedanya, hanya saja ukuran durian kentang sangat jauh berbeda dibandingkan durian biasa.

“ Dari saya kecil warga sini sudah menamai durian kentang, ya karena ukurannya kan kecil kecil seperti kentang,” imbuhnya.

Tingginya pohon durian kentang milik Suparno mencapai lebih dari 20 meter, sehingga saat panen Suparno tak pernah memnajat pohon. Tingginya pohon bahkan sedikit menyulitkan untuk mengetahui berapa buah durian yang ada diatas. Untuk memanen Suparno hanya bisa menunggu durian kentang jatuh sendiri.

“Sulit kalau harus manjat karena buahnya kecil kecil, makanya manennya kita hanya nunggu yang jatuh saja,” ucapnya.

Meski berukuran kecil, ternyata penggemar durian kentang milik Suparno datang dari seluruh kota Karisidenan Madiun seperti Ponorogo, Ngawi, Caruban bahkan sampai ke kabupaten Pacitan.

“Mereka sukanya karena pasti masak di pohon karena kita tidak mungkin manjat. Dan selama ini tidak pernah ada yang protes duriannya tidak enak,” ujar Suparno.

Dalam satu kali panen, Suparno mengaku mampu mengantongi uang Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Pohon durian kentang milik Suparno mampu berbuah 500 hingga 1.000 biji selama musim durian. Satu buah durian kentang Suparno biasanya menjual dengan harga antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000.

“Saya tidak pernah kasih pupuk, saya biarkan begitu saja. Kalau buahnya setahun sekali, paling sedikit kemarin 500 biji kalau banyak bisa 1.000 biji durian kentang,” katanya.

Pemrrintah Desa Ngiliran rencananya akan mengembangkan varian durian kentang sebagai durian unik yang ada di desa mereka. Selain sebagai daya tarik bagi peminat durian, keberadaan durian kentang juga merupakan upaya alternatif bagi penggemar durian agar masyrakat bisa mendapatkan durian dengan harga murah.

“Dengan harga Rp 10.000 artinya masyarakat akan bisa menjangkau sehingga ini menjadi daya tarik bagi pecinta durian untuk datang ke desa kami. Kami juga membudidayakan jenis durian lainnya dengan harga standar dan mahal,” kata Parmo Kepala Desa Ngiliran. (DmS)

Berita Dalam Bentuk Audio Visual klik DISINI

Click to comment

Trending

Exit mobile version