Politik & Pemerintahan

Website Pemkab Magetan Berkali-Kali Disusupi, Pengamanan Diperkuat Cegah Judol

Published

on

RASI MEDIA  – Sejumlah website milik Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, beberapa kali mendapat upaya penyusupan sepanjang 2026. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magetan, Cahaya Wijaya, mengatakan, serangan tersebut dilakukan dengan mencoba masuk melalui celah keamanan atau backdoor. “Sering, di tahun ini saja beberapa penyusupan. Cuma memang tidak kita beritakan,” ujar Cahaya Wijaya.

Menurut Cahaya, pelaku berusaha masuk ke sistem untuk mendapatkan informasi, termasuk mencari kata sandi atau password akun yang digunakan admin. “Penyusupan, berusaha mereka malah masuk backdoor, pintu belakang. Biar password kita itu apa. Itu sampai seperti itu, mereka masuk seperti itu,” katanya.

Berdasarkan pemantauan menggunakan aplikasi Honeynet, Cahaya menyebut, upaya penyusupan yang terdeteksi sepanjang tahun ini sudah lebih dari 10 kali. “Berapa kali, saya persisnya enggak tahu, tapi ingat saya di atas 10 kali lebih,” ujarnya.

Cahaya mengatakan, keamanan website pemerintah menjadi perhatian karena satu akun yang berhasil dikuasai dapat menjadi pintu masuk menuju sistem lain yang saling terhubung. “Dia akan masuk dan dia gali informasi di dalam. Ini mana terkoneksi dengan website lainnya, aplikasi lainnya. Nyambung ke sana, nyambung ke sana, nyambung ke sana dan lain sebagainya,” katanya.

Selain memperkuat keamanan sistem, Pemkab Magetan juga melakukan pencegahan terhadap judi online atau judol. Sosialisasi dilakukan kepada ASN dan pelajar untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya judi online sekaligus keamanan akun digital. “Kalau kita yang jelas terkait masalah judol, kita mengadakan sosialisasi terkait masalah judol, baik ASN kemudian dari pelajar,” ujar Cahaya.

Sementara terkait kemungkinan adanya ASN yang terlibat judi online, Cahaya mengatakan pihaknya belum melakukan pendataan khusus. “Belum, belum. Tapi itu kemarin sudah ada rencana dari pimpinan bahwasannya nanti ke depannya harus kita cek semuanya seperti itu,” katanya.

Cahaya menambahkan, pemerintah juga perlu meningkatkan kesadaran para admin website dalam menjaga keamanan akun. Menurutnya, masih ada pengelola website yang kurang berhati-hati dalam memberikan informasi seperti password dan nomor telepon. “Para admin yang ada di wilayah menggunakan website itu juga terlalu mudah dia memberikan informasi, misalnya password-nya, kemudian nomor HP-nya dan lain sebagainya,” ujarnya.

Pemkab Magetan kini menyiapkan penguatan sumber daya manusia sekaligus keamanan sistem untuk mencegah website pemerintah disusupi dan disalahgunakan. Cahaya mengatakan, edukasi mengenai keamanan penggunaan telepon seluler dan akun digital juga akan terus dilakukan. “Belum sampai di situ, tapi nanti proporsinya akan ke sana. Saya yakin ke sana. Kita harus siapkan dulu SDM kita, ASN kita juga, dan AP juga pasti akan dilihat dan dicek,” kata Cahaya Wijaya.

Click to comment

Trending

Exit mobile version