Politik & Pemerintahan

Warga Desa Truneng Meminta Transparansi Anak Kades dan Perangkat Desa Dapat Nilai 95 Tes Pengisian Perangkat.

Published

on

RASI FM – Puluhan warga Desa Truneng Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan, Jawa Timur menggeruduk kantor desa setempat pada Senin (11/12/2023) pagi. Mereka meminta transparansi pelaksanaan seleksi perangkat desa yang dilakukan pada Hari Rabu (6/12) kemarin. Angga Hunarto koordinator aksi mengatakan, kedatangan mereka ke Balai Desa Truneng untuk meminta transparansi pelaksanaan tes perangkat desa yang meloloskan 2 peserta dengan nilai lebih dari 95 sementara 14 peserta lainnya nilainya hanya 50. Kedua peserta yang lolos seleksi merupakan anak kepala desa dan anak perangkat desa.

“Forum masyarakat Truneng bersuara di Desa Truneng karena adanya kejanggalan dalam nilai seleksai perangkat desa dengan nilai yang sangat mencolok dengan 95,99 berarti dari 150 cuma salah 6. Karena yang ikut ibu muda dan baru lulus mungkin ada intimidasi dan lainnya, kita minta pihak ketiga (pelaksana) untuk memberikan steatmennya, apa dari tadi mbulet terkait aturan,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Truneng Sukirman mengatakan, kedua anaknya mengikuti tes penjaringan perangkat desa yang dilaksanakan pada Hari Rabu kemarin, namun hanya satu anaknya yang lolos di penjaringan di kasi pemerintahan sementara satu anaknya tidak lolos. Satu peserta yang lolos pada seleksi kaur perencanaan adalah anak dari salah satu perangkat desa setempat. Dia mengatakan siapa saja boleh mengikuti test tersebut terkait lolos tidaknya tergantung dari hasil tes yang dijalani.

“Pesertanya ada 16 orang, kemarin pihak ketiganya putra lawu, dari kasi pemerintahan 9 orang, dari kaur perencanaan 7 orang. Yang lulus betul anak saya dan putra pak kaur keuangan. Saya memberi kesempatan kepada anak saya karena tidak tergantung nasib anak. Anak saya ikut karena termasuk warga negara yang bisa mengikuti seleksi, masalah lulus tidak tergantung nasib. Anak saya yang kesatu juga ikut ujian carik namun tidak berhasil yang berhasil anaknya pak sambong. Yang penting ada kesempatan karena belum bekerja, yang penting diikuti saja kalau nasib disitu ya sudah kalau tidak ya jangan nyalahkan yang lain. Masalah nilai yang janggal saya tidak tahu,” katanya.

Tidak menemukan titik temu terkait tuntutan untuk transparansi pelaksanaan penjaringan pengisian perangkat desa untuk posisi Kasi perencanaan dan Kaur pemerintahan warga akhirnya ngeluruk ke kantor camat Sukomoro. Di kantor camat Sukomoro Camat Kun Ikhwan Hidayat mengaku akan melakukan penelusuran pelaksanaan penjaringan perangkat desa yang dikeluhkan warga tersebut. (DmS)

Click to comment

Trending

Exit mobile version