Rasi Fm – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda Kabupaten Magetan mendorong pemerintah desa untuk memanfaatkan bantuan keuangan khusus untuk meningkatkan ekonomi dan potensi desa dalam kegiatan ekonomi produktif.
Kepala Bappeda Kabupaten Magetan Elmy Kurniarto mengatakan, pemerintah desa bisa mengusulkan anggaran melalui bantuan keuangan khusus desa / BKKD untuk melakukan pengembangan ekonomi kreatif desa dengan anggaran sebesar 100 hingga 400 juta rupiah sesuai dengan proposal pengembangan ekonomi kreatif yang diajukan.
Anggaran program peningkatan ekonomi produksi desa melalui bantuan keuangan khusus desa akan di keluarkan pada anggaran perubahan tahun anggaran 2022.
“Bentuknya BKK Desa, khususnya karena kita punya misi pertumbuhan ekonomi, potensi pertanian, tergantung potensi desa. Setiap desa tidak sama sesuai dengan proposal, tetapi penggunaannya sesuai proposal. Per desa paling banyak 400, untuk pengajuan ada yang 100 ada yang 200,” ujarnya.
Elmy Kurniarto menambahkan, sempitnya waktu pengaplikasian anggaran di anggaran perubahan menurutnya tidak menjadi masalah mengingat pengelolaan anggaran pengembangan ekonomi kreatif desa bisa dilaksanakan di luar tahun anggaran.
“Kalau desa pengelolaannya bisa kelewat tahun itu harus masuk ADD, dia harus lewat musrenbang lagi untuk nambahi itu,” imbuhnya.
Program BKKD menurutnya hanyalah program stimulus bagi desa sebagai pengungkit pergerakan perekonomian di desa. Diharapkan program tersebut ditindak lanjuti pemerintah desa dengan program yang bersumber dari anggaran desa sehingga UMKM di desa juga ikut berkembang. (DmS)