News

Tim Wasev Tinjau TMMD ke-126 di Desa Kembangan, Kolonel Mar Djentaju: Wujud Nyata Bakti TNI untuk Rakyat

Published

on

RASI MAGETAN – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 meninjau pelaksanaan kegiatan TMMD di Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, pada Sabtu (1/11). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko selaku Ketua Tim Wasev dari Markas Besar TNI Angkatan Darat. Dalam kesempatan itu, Kolonel Djentaju menyampaikan bahwa kehadirannya bersama tim merupakan bentuk perhatian pimpinan TNI terhadap pelaksanaan TMMD di daerah. Ia menegaskan, kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi sarana nyata pengabdian TNI kepada masyarakat. “Kami datang dari Jakarta selaku Ketua Tim Wasev untuk melihat secara langsung kegiatan yang dilakukan jajaran di lapangan. Ini wujud perhatian pimpinan agar hasil yang telah dilaksanakan benar-benar bisa nyata dirasakan masyarakat,” ujar Kolonel Djentaju.

Ia menjelaskan bahwa TMMD merupakan kelanjutan dari semangat “ABRI Masuk Desa” yang sudah ada sejak lama. “TMMD ini sebenarnya bukan hal baru. Dulu waktu saya kecil, kegiatan seperti ini dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa. Jalan-jalan di kampung saya dulu juga dibangun oleh ABRI. Sekarang namanya memang berbeda, tapi esensinya tetap sama: bakti TNI untuk rakyat,” terangnya.

Kolonel Djentaju menambahkan, TMMD kali ini di Magetan meliputi berbagai kegiatan fisik dan nonfisik. Di antaranya pembanguann jalan tani sepanjang 1,4 kilometer, pembangunan tujuh titik sumur bor untuk pengairan, rehabilitasi satu masjid, serta pembangunan 15 unit rumah tidak layak huni (RTLH), bahkan beberapa di antaranya dibangun dari nol. “Kalau yang saya lihat di Magetan ini, untuk kegiatan fisik ada tujuh titik sumur bor yang berfungsi untuk pengairan. Kemudian ada satu masjid yang direnovasi, dan 15 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang diperbaiki—bahkan beberapa dibangun dari nol. Ini hasil kerja yang nyata,” jelasnya.

Selain itu, TMMD juga menyentuh kegiatan nonfisik yang berdampak langsung pada pembangunan karakter masyarakat seperti penyuluhan bela negara, ceramah kebangsaan, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat. “Untuk kegiatan nonfisik, jajaran di Magetan juga melaksanakan ceramah, penyuluhan bela negara, dan pelatihan bagi warga. Jadi bukan hanya membangun secara fisik, tapi juga menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan semangat gotong royong,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya efek ekonomi dari kegiatan TMMD yang berdampak jangka panjang bagi warga. “Saya lihat tadi jalan yang dibangun kualitasnya bagus, baik dari jarak, lebar, maupun konstruksinya. Kalau jalan sudah bagus, maka mobilitas masyarakat menjadi lebih cepat, distribusi hasil pertanian lancar, dan ekonomi pasti ikut meningkat. Itu tujuan utama TMMD,” tegas Kolonel Djentaju. (DmS)

Click to comment

Trending

Exit mobile version