News

Suara Buntil dari Magetan, Semangat Berkarya Bunda Centil  Melantunkan Nada Indah

Published

on

RASI MEDIA – Suara-suara perempuan itu terdengar berpadu dalam satu harmoni. Di balik nada yang mengalun, tersimpan semangat puluhan ibu rumah tangga yang memilih tetap berkarya di usia yang tak lagi muda. Mereka tergabung dalam Paduan Suara Buntil Wati Sutomo, kelompok yang menjadi wadah bagi perempuan Magetan untuk belajar, berkreasi, sekaligus membangun kebersamaan melalui musik.

Kelompok yang dibentuk pada tahun 2018 itu dipimpin oleh Wati Sutomo. Nama Buntil sengaja dipilih dan dipertahankan karena memiliki makna tersendiri bagi para anggotanya. Buntil merupakan singkatan dari “Bunda Centil”, sebutan yang lahir dari keakraban para anggota. “Nama yang banyak itu belum tentu dikenal. Tapi kalau pakai nama Buntil mungkin cepat diterima. Saya terus terang nggak mau hilangkan nama Buntil, karena menurut ibu-ibu nama ini sudah mahal,” ujar Wati sambil tersenyum.

Perjalanan kelompok ini tidak selalu mulus. Aktivitas mereka sempat terhenti saat pandemi Covid-19 melanda. Namun semangat untuk berkumpul dan bernyanyi kembali menyatukan mereka pada tahun 2023. Dari satu penampilan ke penampilan berikutnya, nama Buntil mulai dikenal hingga dipercaya mengisi berbagai acara organisasi perempuan maupun kegiatan resmi di Kabupaten Magetan.

Di balik penampilan yang rapi di atas panggung, tersimpan perjuangan yang jarang terlihat. Mayoritas anggota merupakan perempuan lanjut usia yang harus meluangkan waktu di tengah kesibukan keluarga. Menyatukan puluhan suara dengan karakter berbeda bukan perkara mudah. Wati bahkan harus mencari cara kreatif menyusun aransemen lagu dan membagi suara sopran maupun alto agar terdengar selaras. “Sebetulnya kalau latihan itu susah, karena kita lansia semua. Kalau ada acara mendadak, kami bisa latihan dua sampai tiga kali dalam seminggu,” katanya.

Kini Buntil beranggotakan 26 perempuan yang dipersatukan oleh satu tujuan, yakni memberdayakan perempuan melalui seni. Bagi mereka, paduan suara bukan sekadar bernyanyi, melainkan ruang untuk saling menguatkan, belajar menghargai satu sama lain, dan tetap merasa berguna di tengah masyarakat. Di usia yang tak lagi muda, para “Bunda Centil” itu terus membuktikan bahwa semangat berkarya tidak mengenal batas usia. Selama suara masih bisa dilantunkan, harapan dan kebersamaan akan terus mereka nyanyikan dalam setiap harmoni.

Click to comment

Trending

Exit mobile version