Politik & Pemerintahan

Sejumlah Daerah Lakukan Study Tiru Pilkades e Voting Yang Dilakukan Pemkab Magetan

Published

on

RASI FM – Sejumlah Kabupaten Kota melakukan study tiru pelaksanaan pemilihan kepala desa secara e voting yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magetan Eko Muryanto mengatakan, sejumah Kabupaten Kota seperti Lombok Tengah melihat langsung pelaksanaan simulasi peilkades secara e voting di Desa Giri Purno sementara Kota Malang dan Kabupaten Ngawi juga melakukan kegiatan melihat langsung kegiatan simulasi. Rencananya Dirjen Bina Pemerintah Desa dari kementrian Dalam Negeri nantinya juga akan melakukan pemantauan langsung pelaksanaan pilkades secara e voting yang akan dilaksanakan pada tabnggal 12 September mendatang.

“Kemarin yang datang dari lombok tengah, dari Malang kemudian dari Ngawi. Kita ajak ke Giri purno yang dari Lombok. Mereka melihat langsung saat sosialisasi pemilihan. Dari Dirjen Bina Pemerintah Desa rencananya akan datang saat pelaksanaan e voting tanggal 12 September besok,” ujarnya.

Eko Muryanto menambahkan, untuk pelaksanaan e Voting yang akan dilaksanakan di 30 desa, Pemerintah Kabupaten Magetan menganggarkan bantuan keuangan sebesar 1,6 miliar. Setiap desa nantinya akan mendapat bantuan 50 hingga 60 juta rupiah dimana besaran BK tergantung kepada jumlah pendududk desa yang akan melaksanakan pilkades secara e voting.

“BK itu 1,6 untuk 30 desa besarannya antara 50, 55 dan 60 tergantung dari jumlah pemilih sesuai dengan data yang masuk ke kami. Kalau yang lain lain itu suportnya dari desa, jadi boleh menggunakan dana desa untuk kegiatan ini,” imbuhnya.

Eko Muryanto mengatakan, dari 30 desa yang akan melaksanakan pilkades e voting telah dilaksanakan sosialisasai sebanyak 2 hingga 3 kali kepada sejumlah masyarakat untuk memperlancar kegiatan e voting. Dari kegiatan sosialisasi dipastikan masyarakat siap melaksanakan pemilihan pilkades secara e voting pada tanggal 12 September mendatang.

“hampir tiap desa itu ada yang 2 hingga 3 kali sosialisasi dengan peserta yang berbeda. Harapannya dengan semakin banyak masyarakat yang ikut sosialiasasi akan memperlancar pelaksanaan nantinya,” ucapnya. (DmS)

Click to comment

Trending

Exit mobile version