RASI MEDIA – Anggota Komisi IV DPR RI Riyono mendorong pembangunan kampus di Kabupaten Magetan mempertimbangkan lokasi di kawasan perkotaan. Menurut dia, keberadaan kampus di tengah kota tidak hanya memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian daerah. Menurut Riyono, pemerintah daerah perlu mencari solusi yang menguntungkan semua pihak jika pembangunan kampus membutuhkan lahan hingga 15 atau 16 hektar. Ia menilai lokasi kampus yang sudah tersedia di wilayah luar kota tetap perlu dimaksimalkan terlebih dahulu sebelum pemerintah membangun kampus baru di tengah kota. “Kalau mau mengembangkan ekonomi dari desa, ekonominya biar dari desa dulu. Kalau mahasiswa sudah terpenuhi semuanya, kemudian mau bangun yang baru di tengah kota, saya setuju, tidak ada masalah. Karena memang untuk kepentingan pendidikan,” ujarnya.
Riyono menilai pembangunan kampus perlu mempertimbangkan jumlah peminat dan daya tampung mahasiswa. Ia menyebut informasi pendaftar mencapai sekitar 10.000 orang, sedangkan yang diterima hanya sekitar 1.200 hingga 1.500 orang. “Artinya teman-teman orang Magetan terhadap pendidikan sudah mulai. Apalagi kalau dekat, ini kan sangat membantu sebenarnya,” kata Riyono.
Riyono juga menilai aset pemerintah yang belum termanfaatkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pendidikan. Ia menyebut pemerintah daerah memiliki sejumlah aset yang belum termanfaatkan secara optimal. “Kalau lahannya kosong buat apa? Rata-rata pemerintah daerah ini banyak punya aset, tetapi posisinya idle, tidak termanfaatkan. Daripada tidak dimanfaatkan, lebih baik dimanfaatkan, apalagi ini untuk pendidikan,” katanya.
Ia menegaskan pembangunan kampus di kawasan perkotaan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Aktivitas mahasiswa, tenaga pengajar, dan masyarakat di sekitar kampus dinilai mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal. “Tinggal tadi win-win solution-nya. Kalau di kota, otomatis akan mengangkat pergerakan dan perputaran uang di kota,” pungkas Riyono.