Pendidikan

Ramaikan Graha Perpustakaan, Dinas Arpus Magetan Akan Bangun Bioskop, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

Published

on

RASI MEDIA – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Magetan akan membangun gedung bisokop di Gedung Graha Literasi di Kecamatan Plaosan melalui usulan penganggaran perubahan anggaran (PAK) APBD 2026 mendatang. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Dra. Endang Ambarwati, M.M., mengatakan desain ruang audio visual telah rampung. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu pengesahan Perubahan APBD untuk memulai pelaksanaan pembangunan. “Desainnya sudah ada, tinggal eksekusi karena anggarannya ada di pergeseran anggaran tahun 2026 di PAK. Artinya nanti kami eksekusinya setelah PAK ditetapkan. Target saya, mudah-mudahan Desember sudah bisa dimanfaatkan,” kata Endang.
Menurut Endang, ruang audio visual tersebut tidak akan dibangun secara mewah. Arpus lebih mengutamakan fungsi sebagai sarana edukasi masyarakat dibandingkan tampilan fisik yang berlebihan. “Yang penting segera bisa dimanfaatkan. Enggak usah yang mewah-mewah karena kita juga melihat kondisi anggaran. Tidak harus pakai videotron, yang penting layarnya bagus, gambarnya tajam, seperti menonton di bioskop,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anggaran yang telah disiapkan saat ini baru mencakup pekerjaan fisik seperti desain, perencanaan, pengawasan, serta pembangunan ruang beserta area tempat duduk bertingkat. Sementara pengadaan peralatan seperti layar, proyektor, sistem audio, dan perlengkapan lainnya dianggarkan melalui pos belanja modal secara terpisah. “Yang masuk dalam paket pekerjaan itu baru desain, perencanaan, pengawasan, dan pembangunan ruang beserta tempat duduk bertingkat. Untuk layar, proyektor, dan peralatan lainnya masuk belanja modal sehingga pengadaannya terpisah,” ujar Endang.
Ia menambahkan, kapasitas ruang dirancang sekitar 45 kursi. Namun, anggaran pengadaan kursi yang tersedia saat ini sekitar Rp 60 juta, sehingga pembelian kemungkinan dilakukan secara bertahap. Jika masih terdapat kekurangan, Arpus membuka peluang menggandeng pihak ketiga untuk membantu penyediaannya. “Kalau nanti kursinya belum mencukupi, kami beli semampunya dulu. Kalau masih kurang, kami akan berupaya mencari dukungan dari pihak ketiga. Yang penting ruangnya bisa segera dimanfaatkan,” katanya.
Endang menegaskan, keberadaan ruang audio visual ditujukan untuk mendukung penguatan literasi digital. Menurutnya, proses belajar saat ini tidak lagi hanya mengandalkan buku, tetapi juga membutuhkan media pembelajaran berbasis visual agar lebih mudah dipahami, terutama oleh anak-anak. “Sekarang literasi itu juga literasi digital. Pembelajaran tidak hanya lewat buku. Misalnya materi tentang gempa, akan lebih mudah dipahami kalau divisualisasikan melalui media audio visual,” ucapnya.
Untuk materi pembelajaran yang akan diputar, Arpus akan bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Perpustakaan Nasional dan dinas perpustakaan daerah lain. Endang memastikan seluruh materi yang digunakan telah memperoleh izin sehingga tidak melanggar hak cipta. “Saya menghindari menggunakan karya orang lain tanpa izin. Kalau nanti menayangkan materi, semuanya harus mendapatkan izin dan tidak untuk tujuan komersial,” katanya.
Menurut Endang, ruang audio visual diharapkan menjadi daya tarik baru Graha Perpustakaan Magetan sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya pelajar, berkunjung ke perpustakaan. “Yang terpenting tujuannya untuk mengedukasi anak-anak dan meramaikan Graha Perpustakaan. Gedung sebagus ini harus semakin banyak dikunjungi masyarakat,” tutur Endang.

Click to comment

Trending

Exit mobile version