RASI MEDIA – Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun, siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi korban dugaan pencabulan disertai kekerasan oleh pria tak dikenal. Korban mengalami luka pada bagian alat kelamin setelah diduga disayat menggunakan benda tajam. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah gudang masjid Hari (4/11/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, saat korban masih dalam jam pelajaran sekolah.
Humas Polres Magetan AKP Indra Suprihatin mengatakan, pelaku diduga merupakan orang yang belum dikenal korban. Sebelum melukai korban, pelaku diduga mengancam dan menakut-nakutinya menggunakan senjata tajam yang telah disiapkan. “Peristiwanya sekitar pukul 08.30 WIB. Pelaku merupakan orang yang belum dikenal korban dan sampai sekarang identitasnya masih kami selidiki. Korban mengalami luka akibat senjata tajam,” ujar Indra.
Indra menjelaskan, korban telah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit umum di Magetan. Polisi juga masih mendalami dugaan tindak pidana pencabulan dan kekerasan terhadap anak tersebut. “Korban sudah kami periksa dan mendapatkan perawatan medis di RSU Magetan. Pelaku diduga mengancam dan menakut-nakuti korban sebelum melukai,” katanya.
Polisi kini memburu pelaku dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri barang bukti di lokasi kejadian. Dari hasil penelusuran sementara, pelaku diduga seorang laki-laki dengan tinggi badan sekitar 160 sentimeter dan postur tubuh sedang. Polisi juga mendalami rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan seorang pria mengendarai sepeda motor jenis motor laki. “Yang terekam CCTV menggunakan kendaraan sepeda motor laki. Namun, jenis kendaraannya masih kami dalami. Saat ini masih dalam penyelidikan,” jelas Indra.
Indra mengatakan, petugas Polres Magetan bersama Polsek setempat telah mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. “Kami sudah melakukan tindakan di tempat kejadian perkara, mencari barang bukti, dan mengumpulkan keterangan saksi. Tim di lapangan, baik dari Polres maupun Polsek, juga sudah melakukan penyelidikan,” ungkapnya.
Polisi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing di lingkungan sekitar, terutama ketika anak-anak beraktivitas di luar rumah. Orang tua juga diminta memperketat pengawasan terhadap anak. “Kami berharap masyarakat lebih waspada dan berhati-hati apabila bertemu orang yang tidak dikenal. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, apalagi korbannya anak-anak,” tutur Indra.