Lifestyle

Pemuda di Magetan Manfaatkan Kompos Buatannya Untuk Mengurangi Ketergantungan Pupuk Kimia Yang Mampu Hasilkan Produk Pertanian Organik.

Published

on

Rasi Fm – Pemuda dari Desa Tladan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan melakukan inovasi pembuatan kompos dengan memanfaatkan sejumlah tanaman jamur untuk memperkaya kandungan hara kompos buatannya. Bintang Uci Risqi Yongkyanto, yang mulai kompos sejak tahun 2018 mengaku manfaat dari tanaman jamur jakaba dan jamur trichoderma yang dia tambahkan pada proses pembuatan kompos miliknya adalah untuk membantu mengembalikan unsur hara tanah dan membasmi mikro organisme dan cendawan yang bersifat parasit yang merugikan tanaman.
Setiap bulan Bintang Uci mampu menghasilkan 3 hingga 4 ton kompos yang dipesan oleh sejumlah petani yang berasal dari eks karisidenan Madiun. Melalui kompos buatannya Bintang Uci saat ini mengupayakan pertanian berbasis organic, karena dengan memanfaatkan kotoran hewan dari kambing maupun sapi petani di Magetan sebenarnya bisa menekan penggunaan pupuk kimia yang justru merusak struktur tanah.
“Jakaba ini fungsinya untuk tanaman kerdil cepat tumbuh dan usia tanaman juga lebih lama. Kalau trichoderma ini untuk memperbaiki kondisi tanah, sebagai penyubur tanah juga. Kadang tanah asam, PH nya kurang pas, ini membantu pembenahan ph,” ujarnya.
Bintang Uci saat ini juga membuka pelatihan pembuatan kompos secara swadaya bagi petnai dan masyarakat. Sejumlah petani dan sejumlah perguruan tinggi di Madiun, Malang dan Yogyakarta telah memanfaatkan kegiatan pelatihan Bintang Uci untuk belajar dan melakukan penelitian pembuatan kompos. Atas usahanya membuka pelatihan secara swadaya Bintang Uci diberi penghargaan oleh Dinas Pertanian Provinsi maupun Kementeran pertanian sebagai pusat pelatihan pertanian dan Pedesaan Swadaya P4S. (DmS)

Click to comment

Trending

Exit mobile version