RASI FM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Magetan mencatat hingga awal Bulan Oktober ada 20 kasus kekerasan perempuan dan anak di tahun 2023. Kepala Dinas KB Kabupaten Magetan Furiana mengatakan, dari 20 kasus yang ditangani Dinas KB terdiri dari kasus kekerasan pada perempuan dan kekerasan pada anak.
“Kasus kekerasan tiak hanya pada anak, tetapi banyak juga pada perempuan. Hingga bulan ini ada sekitar 20 kasus,” ujarnya.
Meski angka kekerasan pada perempuan dan anak cukup tinggi, namun Dinas KB Kabupaten Magetan belum memiliki rumah aman bagi korban kekerasan. Furiana mengaku tidak adanya rumah aman di Magetan dikarenakan belum adanya unsur pendukung baik sumber daya manusia untuk menangani rumah aman, tenaga medis serta bangunan yang di fungsikan sebagai rumah aman. Dia mengaku belum adanya rumah aman di Magetan karena bantuan dari Pemerintah Pusat hanya bersifat sesaat.
“Sudah ada usulan, kita sudah matur ke Bupati, tapi konteks amannya seperti apa? Tidak hanya rumah tok, disini banyak rumah penduduk nanti malah dibully. Dan ini harus dibentuk rumah aman itu ada organisasinya, ada yang jaga, ada psikolog harus stand by dan butuh anggaran juga. Bantuan dari pusat itu sesaat saja, dikasih duit untuk kontrak rumah saja, tidak ada pendampingan sehingga kita harus membuat aman sendiri,” imbuhnya.
Sebelumnya seorang anak berusia 9 tahun terpaksa harus menjalani operasi pada bagian perut karena dianiaya oleh bapak kandungnya yang emosi saat minta kiriman uang dari istrinya yang bekerja di Taiwan tidak dituruti. Akibat ditendang pada bagian perut siswa kelas 3 SD tersebut mengalami luka dalam pada bagian perut. (DmS)