News

Dua tahun PKH Supriyanto Penderita Cacat Berat Tak Cair.

Published

on

Rasi Fm – Bantuan PKH Supriyanto yang mengalami lumpuh sejak lahir warga Desa Sumber Sawit Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan 2 tahun terakhir tak bisa dicairkan. Pamong Dukuh Meri Desa Sumber Sawit Purwanto mengatakan, tidak cairnya PKH Supriyanto berawal dari usulan pengurus bantuan yang mendaftarkan ibu Supriyanto yang bernama Marsi yang juga mengalami cacat lumpuh pada kaki untuk mendapatkan bantuan pangan non tunai / BPNT mengingat keduanya merupakan penderita lumpuh.

Pengurus bantuan mengaku kasihan karena bantuan PKH untuk Supriyanto hanya Rp 300.000 perbulan dengan adanya usulan bantuan untuk Marsi diharapkan akan menambah bantuan untuk keluarga mereka sebesar Rp 200.000. Namun sejak nama ibunya terdaftar sebagai penerima BPNT dengan menerima bantuan Rp 200.000, bantuan untuk Supriyanto justru tidak keluar.

“Ceritanya dulu masuk cacat berat dari pemerintah dapat 300 ribu. Program cacat berat kemudian digabung dengan PKH yang hanya 200 ribu, Maunya pendamping bisa keduanya dapat bantuan karena sama- sama cacat ibunya didaftarkan BPNT,” ujarnya.

Purwanto menambahkan, dari penelurusan pemerintah desa Sumber Sawit macetnya bantuan yang diterima Surpiyanto dikarenakan adanya pergantian NIK Supriyanto menjadi NIK ibunya selaku penerima BPNT sebesar Rp 200.000. Meski demikian dari penelusuran pendamping bantuan PKH Supriyanto masih terlacak dinomor rekening penerima. Sayangnya kartu PKH yang dimiliki Supriyanto tidak bisa digunakan untuk mencairkan bantuan. Setiap digunakan kartu tersebut dinyatakan eror.

“Kartunya eror hampir 2 tahun karena tahun 2020 hanya sekali cair,” imbuhnya.

Sementara Dinas Sosial Kabupaten Magetan dikonfirmasi mengatakan telah melakukan upaya penelusuran terhadap mandegnya bantuan PKH untuk Supriyanto. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Parminto Budi Utomo mengatakan, dari hasil penelurusan yang dilakukan atas mandegnya bantuan untuk Supriyanto dikarenakan nomor rekening bansos atas nama tersebut tidak menggunakan NIK Supriyanto tapi atas nama NIK ibunya Marsi.

Parminto Budi Utomo menambahkan, saat ini pihaknya telah melakukan cek dengan pendamping PKH dengan memadankan data adminduk input data disesuaikan dengan data SIKNG dengan operator kecamatan . Saat ini pihaknya menunggu hasil penelusuran. (DmS)

Click to comment

Trending

Exit mobile version