RASI FM – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mencatat kasus Demam Berdarah Dengue DBD terendah selama 3 tahun terakhir. Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Agus Yudi Purnomo mengatakan, tahun 2023 Dinas Kesehatan Magetan mencatat ada 100 kasus DBD dengan korban balita 1 anak, Jumlah kasus tersebut dilaporkan lebih rendah dari tahun 2021 yang mencapai 200 kasus DBD dengan korban meninggal 2 anak sementara tahun 2022 kasus DBD tercatat 300 kasus dengan korban meninggal 4 anak.
“Tahun ini jumlah kasusnya terendah. 2021 ada 200 kasus tahun 2022 ada 300 kasus dan 2023 ini sekitar 100 kasus. Bulan Oktober kita sempat 0 kasus, tapi November dan Desember mulai merangkak. Untuk korban jiwa tahun ini juga terendah, tahun 2021 korban jiwa 2 anak, tahun 2022 ada 4 anak dan di 2023 1 anak meninggal dunia,” ujarnya idtemui Kamis (28/12/2023).
Agus menambahkan, menurunkan jumlah kasus DBD dari hasil kajian dikarenakan peran aktif masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk melalui gerakan PSN dengan gerakan 3 M. Meski angka DBD menurun tahun 2023 namun Dinas Kesehatan meminta masyarakat lebih waspada di tahun 2024 karena di awal tahun memasuki musim hujan dimana biasanya upaya pemberantasan sarang nyamuk difokuskan di sekitar rumah saat musim kemarau namun di musim penghujan upaya pemberantasan sarang nyamuk lebih kepada lokasi di luar rumah.
“dalam 2 tahun terakhir kita melakukan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat cukup massif, Kita beruntung wilayah yang biasanya mengalami kasus tertinggi saat ini sudah mulai turun,” imbuhnya.
Untuk menekan jumlah kasus DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan menghimbau masyaakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami demam lebih dari 38 derajat ke puskesmas terdekat untuk segera mendapat penanganan jika demam tersebut merupakan gejala DBD. (DmS)