Pendidikan

Dindik Magetan Dorong Bahasa Jawa Lebih Banyak Digunakan di Sekolah, Bahasa Jawa Bakal Digunakan di Hari Tertentu di Sekolah.

Published

on

RASI MEDIA – Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mendorong penggunaan bahasa Jawa lebih banyak di lingkungan sekolah sebagai upaya menjaga keberadaan bahasa daerah di tengah generasi muda. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Suhardi, mengatakan penggunaan bahasa Jawa di kalangan pelajar saat ini semakin jarang. Kondisi tersebut terlihat dari kebiasaan siswa yang lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi, termasuk ketika berbicara dengan orang yang lebih tua.“Bahasa Jawa ini harus dirawat bersama-sama. Kalau tidak kita, siapa? Kami terpanggil untuk menjaga bahasa Jawa,” kata Suhardi usai membuka kegiatan lomba pranotocoro bagi siswa SMP di pendopo Surya Graha Kamis (8/10/2026).

Menurut Suhardi, upaya menjaga bahasa Jawa tidak harus dilakukan melalui program yang rumit. Penggunaan bahasa Jawa dalam aktivitas sehari-hari di sekolah dinilai dapat menjadi langkah sederhana yang memiliki dampak besar. “Ayo, bahasa Jawa mulai digunakan. Itu kan simpel menurut saya. Tapi dampaknya besar, manfaatnya juga besar,” ujarnya.

Suhardi mengatakan Dindik Magetan tengah mempertimbangkan penerapan penggunaan bahasa Jawa pada waktu atau hari tertentu di sekolah. Selain itu, bahasa Jawa juga diharapkan dapat menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. “Nanti mungkin ada jam tertentu atau hari tertentu menggunakan bahasa Jawa. Termasuk ekstranya itu juga bahasa Jawa. Yang penting nanti harus berkelanjutan,” katanya.

Namun, Suhardi menegaskan penerapan tersebut masih membutuhkan kajian, terutama terkait regulasi yang menjadi dasar pelaksanaannya. “Saya mau cari regulasinya dulu. Ini semangat kami, bahasa Jawa harus dirawat bersama-sama,” ujarnya.

Dimulai dari jenjang SMP

Dindik Magetan berencana menerapkan program tersebut secara bertahap. Untuk tahap awal, jenjang SMP menjadi salah satu sasaran karena pembelajaran bahasa Jawa masih menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah. “Makanya nanti kita coba di SMP dulu. Jadi kami harus bertahap,” kata Suhardi.

Dia berharap penggunaan bahasa Jawa yang lebih intensif di sekolah dapat memberikan nilai tambah bagi siswa, terutama dalam memahami dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Suhardi menilai kondisi penggunaan bahasa Jawa di kalangan anak-anak saat ini perlu mendapat perhatian. Sebagai daerah yang memiliki akar budaya Mataraman, bahasa Jawa menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Magetan. “Ketika ketemu anak-anak, mereka jarang pakai bahasa Jawa. Semuanya pakai bahasa Indonesia. Jangan dengan orang tua saja pakai bahasa Indonesia,” ujarnya.

Menurut Suhardi, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi pemerintah daerah dan sekolah untuk bersama-sama mendorong penggunaan bahasa Jawa. Upaya tersebut juga akan dikaitkan dengan berbagai kegiatan pelestarian budaya yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan.

Suhardi menyebut rangkaian kegiatan hari jadi juga diisi dengan sejumlah kegiatan budaya, mulai dari Festival Paraditan Band, lomba hingga kegiatan yang mengenalkan bahasa dan kesenian daerah. “Ini rangkaian dari hari jadi. Ada Festival Paraditan Band, lomba yang kemarin, terus ini Pano Tocoro. Nanti tanggal 12 ada lomba Bula Boli,” katanya.

Dindik Magetan juga berencana menggelar lomba tari pada November mendatang sebagai bagian dari upaya mengenalkan kesenian daerah kepada pelajar.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Dindik Magetan berharap pelestarian bahasa dan budaya Jawa tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sekolah dan keseharian siswa.

Click to comment

Trending

Exit mobile version