Rasi Fm – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan mengklaim kasus penyakit mulut dan kuku PMK mulai melandai . Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani mengatakan, untuk vaksin dosis pertama sebanyak 8.000 lebih dosis telah lebih dari 70 persen diaplikasikan sementara untuk revaksin juga telah berjalan dan mencapai 50 persen yang telah diaplikasikan.
Nur Haryani menambahkan, kasus PMK terus melandai seiring dengan pemahaman masyarakat untuk menangani sapi ternak mereka agar terhindar terpapar virus PMK. Meski melandai pemerintah Kabupaten Magetan belum membuka resmi operasional pasar hewan. Meski demikian sejumlah pedagang sudah mulai melakukan aktifitas di pasar hewan.
Terhadap mereka Dinas Peternakan dan Perikanan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan melakukan pengawasan ketat dengan melakukan pemeriksaan dan melakukan desinvektan di lingkungan pasar.
“Kasus mulai melandai, dengan edukasi kepanikan membuat mandiri, Pasar secara aturan karena kita daerah merah seharusnya ditutup, kalau satu dua buka itu kita tetap sosialisasi. Disatu sisi kita paham kesulitan ekonomi peternak disatu sisi ada aturan membatasi, kita tetap pantau, pemeriksaan kita sinergi dengan Indag desinfektan pasar rutin,” ujarnya.
Data dari DInas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan hingga awal Bulan Agustus jumlah sapi terpapar virus PMK sebanyak 3.257 ekor, sembuh 2.379 ekor, mati 20 ekor dan potong paksa sebanyak 10 ekor. (DmS).