Lifestyle

Desa Ngunut Sulap Sumur Tua Jadi Resapan Air, Biopori Digenjot Cegah Krisis Air

Published

on

RASI MEDIA – Pemerintah Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, mengubah puluhan sumur tua yang sudah tidak lagi dimanfaatkan menjadi sumur resapan sebagai upaya menabung air. Program tersebut diperkuat dengan penanaman ribuan biopori untuk mengembalikan air hujan ke dalam tanah dan mengantisipasi ancaman krisis air.
Kepala Desa Ngunut, Siti Khodijah, mengatakan sumur-sumur tua yang dulunya digunakan warga untuk mengambil air kini dimodifikasi menjadi tempat resapan air hujan. “Sumur kawak yang dulu untuk mengambil air sekarang kami manfaatkan untuk menabung air. Air hujan kami masukkan kembali ke dalam tanah melalui sumur resapan, sumur injeksi, dan biopori agar cadangan air tanah terus bertambah,” ujarnya.
Menurut Siti Khodijah, gerakan tersebut lahir setelah hasil kajian menunjukkan kondisi air tanah di Desa Ngunut mulai kritis akibat tingginya pemanfaatan air untuk pertanian. Hingga kini desa telah memasang lebih dari seribu biopori, mengembangkan biopori jumbo dan super jumbo, serta memodifikasi sumur tua menjadi sumur resapan. “Sekarang masyarakat mulai merasakan manfaatnya. Saat musim hujan, air yang dulu langsung terbuang ke sungai kini tersimpan di dalam tanah sehingga permukaan air tanah mulai naik,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus memperluas pendataan sumur tua yang masih bisa dimanfaatkan sebagai resapan air sekaligus menggalakkan penanaman biopori di setiap lingkungan. Langkah itu diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus menjadi investasi sumber daya air untuk generasi mendatang. “Yang kami lakukan hari ini bukan untuk kami semata, tetapi agar anak cucu nanti tetap memiliki cadangan air yang cukup,” pungkas Siti Khodijah.

Click to comment

Trending

Exit mobile version