Budaya & Pariwisata

Temukan Kuburan Membujur Ke Timur di Puncak Gunung Ngampyang, Penggiat Budaya Magetan Duga Kuburan Suku Kalang

Published

on

Rasi Fm – Penggiat budaya Kabupaten Magetan temukan sisa peradaban diduga suku Kalang abad 8 di puncak Gunung Ngampyangan Desa Gonggang. Pengiat Budaya Ditjen Kebudayaan Abdul Rohmat mengatakan, ekspedisi ke Gunung Ngampyangan Desa Gonggang di lakukan bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan bersama sejumlah komunitas penggiat budaya di Magetan untuk memastkan temuan kuburan berupa tumpukan batu di puncak Gunung Ngampyang dengan ketinggian 1.600 mdpl. Dari hasil temuan tim diduga kuburan yang tersusun dari batu dengan puncak susunan sebuah batu yang diukir tidak sempurna dengan arah kuburan membujur Timur ke Barat tersebut diduga merupakan kuburan Suku Kalang yang mempunyai kepercayaan melakukan peribadatan di puncak gunung. Istilah “kalang” pertama ditemukan dalam prasasti Kuburan Candi di Desa Tegalsari, Kawedanan Tegalharjo, Kabupaten Magelang, yang berangka tahun 753 Saka atau 831 Masehi). Diduga, suku Kalang telah ada sejak sebelum keberadaan agama Hindu di Tanah Jawa.
“Melihat tata letak posisi makam dan tumpuk batunya yang sudah ada itu diperkirakan itu makam suku kalang. Makam Suku Kalang itu membujur dari Barat ke Timur. Kita lihat kemarin membujur dari Barat ke timur dan nisannya batu Berdasarkan mitos kan kemarin Mas Gimbal bilang suku kalong., itu adalah suku kalang. Suku Kalang sendiri muncul di prasasti di Magelang bahwa pada abad delapan itu ada suku Kalang,” ujarnya.
Abdul Rohmat menambahkan, di lokasi puncak Gunung Ngampyang tersebut ditemukan komplek pemakaman yang diduga merupakan pemukiman Suku Kalang mengingat adanya pendukung kehidupan seperti adanya 2 mata air yang berada tak jauh dari komplek pemakaman. Suku Kalang pada abad ke 8 memang memiliki kebiasaan hidup secara nomaden dengan cara berburu hewan di hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Keberadan Suku Kalang di Puncak Gunung Ngampyangan diduga ada kaitannya dengan pola perpindahan dari Pegunungan Kendeng Bojonegoro.
“Sistem religius orang Kalang itu saya mengutip bukunya professor Aris Munandar itu orang kalang bersembahyang dipuncak gunung dan mereka memakamkan anggota keluarga di puncak gunung supaya dekat dengan roh nenek moyang mereka. Biasanya mereka juga diberi tanah sima dari kerajaan untuk menjaga hutan, membuat candi. Bahkan arkeolog UGM Raden Pande Gede mengatakan ketika Mataram membuat kerajaan mereka mendatangkan orang Kalang dari Bali. Mungkin kita nanti memerlukan kajian lebih dan jejak peninggalan yang lain, Magetan ternyata ada suku Kalang,” imbuhnya.
Selain melakukan pendataan, temuan tersebut rencananya akan menjadi kajian terkait keberadaan Suku Kalang yang hidup di pegunungan di Magetan karena selain di Magetan jejak keberadaan Suku Kalang sebelumnya juga ditemukan di Pegunungan Kendeng Bojonegoro serta makam Suku Kalang di Kabupaten Nganjuk. Temuan tersebut diharapkan akan menambah khasanah sejarah di Kabupaten Magetan. (DmS)

Click to comment

Trending

Exit mobile version