Connect with us

Ekonomi

Kue Bolu Khas Magetan Diburu Warga Jelang Lebaran, Masih Menjadi Favorit untuk Lebaran.

Published

on

Kue Bolu Khas Magetan Diburu Warga Jelang Lebaran, Masih Menjadi Favorit untuk Lebaran.

MAGETAN – Kue bolu khas Magetan masih menjadi favorit warga untuk takjil, suguhan saat lebaran, serta menjadi incaran warga Magetan yang mudik untuk oleh oleh. Menjelang Hari Raya idul Fitri 1445 H produsen roti bolu Dinawa di Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan mengalami peningkatan permintaan kue bolu basah maupun kue bolu kering dari kuar kota. Peningkatan permintaan bahkan sampai 1.000 bngkus setiap hari.

“Hari biasanya kita buat 3.000 bungkus, tapi memasuki bulan puasa dan menjelang lebaran ada kenaikan permintaan sampai 1.000 bungkus setiap hari,” ujar Erna Esmariandi pemilik perusaahaan pembuatan kue bolu Dinawa Senin (25/3/2024).

Baca Juga:  Kerjasama Dengan Sejumlah Pihak, RSUD Sayidiman Menjaga Stabilitas Pasokan Oksigen

Peningkatan permintaan untuk kue bolu kering juga terjadi pasca Hari Raya Idul Fitri 1445 H karena setelah lebaran banyak warga yang melaksanakan hajatan pernikahan. Kue bolu menurut Erna masih menjadi kue favorit masyarakat Magetan untuk berbagai kegiatan acara.

“Untuk takjil untuk berbuka, untuk orang hajatan bahkan untuk selamatan orang meninggal warga masih menggunakan kue bolu sebagai suguhan kepada para tamu. Bahkan untuk sajian lebaran dan oleh oleh warga yang mudik juga masih banyak yang menggunakan kue bolu karena kue ini khas dari sini,” imbuhnya.

Baca Juga:  Penanaman Perdana Bambu di Kebun Raya Bambu Magetan, Upaya Pemenuhan RTH Berkelas Dunia.

Di tengah sejumlah harga bahan pembuatan kue bolu seperti tepung, gula, telur dan sejumlah bahan lainnya yang meningkat membuat pembuat kue bolu lebih menyiasati dengan mengurangi sedikit ukuran tanpa menaikkan harga jual. Hal tersebut merupakan langkah kompromi bagi pembeli kue bolu khas Magetan tersebut.

“Untuk harga masih tetap meski bahan baku naik semua. Harga perbungkus isi 10 buah itu Rp 4.500 nanti kalau lebaran harganya Rp 5.000. Kita tidak menaikan harga tapi sedikit mengurangi ukuran kue,” ucapnya.

Baca Juga:  Mengenal Kampung Kelinci Tanjung Sari Yang Mati Suri Karena Pandemi.

Selain pembuatan kue bolu, di pembuatan kue Dinawa juga membuat kue tradisional seperti carang mas dan likak likuk. Produsen kue bolu khas Mageta Dinawa yang berdiri sejak tahun 1996 tersebut saat ini mempekerjakan sekitar 20 warga desa sekitar. (DmS)

 399 total views,  3 views today