Connect with us

Kesehatan & OlahRaga

Kasus Nol Persen, Pemkab Magetan Sasar 69.000 Anak Dalam Giat Sub PIN Nasional Polio.

Published

on

Kasus Nol Persen, Pemkab Magetan Sasar 69.000 Anak Dalam Giat Sub PIN Nasional Polio.

Rasi fm – Pemerintah Kabupaten Magetan sasar 69.000 anak dalam giat sub Pekan Imunisasi Nasional Polio sebagai langkah antisipatif penularan Polio. Pj Bupati Magetan Hergunadi mengatakan, kegiatan sub Pekan Imunisasi Nasional Polio akan dilakukan dalam 2 kali kegiatan yaitu di Bulan Januari dan di Bulan Februari mendatang. Tujuannya adalah untuk mencegah merebaknya kasus anak terpapar polio pasca Kementerian Kesehatan menetapkan KLB kasus polio di Klaten, Jawa Tengah dan Sampang serta Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

“ Imunisasi yang dilaksanakan kalau bisa satu minggu tahap pertama tuntas. Satu bulan ada tahap kedua mendapatkan lagi, bukan yang belum. Kita harapkan dengan vaksin polio anak kita terhindar dari polio. Sudah ada di beberapa lokasi di Jawa T*imur ini yang sudah kena polio sementara penyebarannya melalui air,” ujarnya usai Kick off Sub PIN Polio di Kelurahan Selosari kecamatan Magetan Senin (15/1/2023).

Baca Juga:  Membaik, Penderita Ginjal Akut Dari Magetan Dilaporkan Pulang Dari Rumah Sakit.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat mengatakan, Pemerintah Kabupaten Magetan mentargetkan 69ribu anak usia 0-8 tahun akan mendapatkan vaksin polio. Meski saat ini di Kabupaten Magetan masih nol kasus polio, namun upaya pencegahan penyebaran virus polio tetap dilaksanakan dengan pemberian imunisasi Polio, hal ini untuk mempertahankan status Magetan yang zero polio.

“Hitungan riil di Magetan ada sekitar 69.000 anak usia nol sampai 7 tahun 11 bulan. Pemberian sub PIN polio ini tidak memandang imunisasi sebelumnya. Jadi seluruh anak yang berusia 0 sampai 7 tahun 11 bulan harus diberikan 2 tetes polio selama 2 putaran. Mulai hari ini putaran pertama yang kedua 9 Februari.Kenapa harus putaran kedua karena ini seperti booster. Seperti covid suntikan kedua adalah boosternya untuk memperkuat vaksin pertama,” katanya.

Baca Juga:  Peresmian Klinik Psikiatri, DPRD Magetan ODGJ Kurang Mampu Harus Diperhatikan.

Rohmat Hidayat menambahkan, polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan menyebabkan gangguan syaraf seperti terjadinya kelumpuhan permanen terutama pada bagian tubuh tungkai bawah, disebut sebagai lumpuh layu. Penyakit polio terutama menyerang anak-anak, khususnya mereka yang belum mendapat imunisasi lengkap. Untuk mencegah penyebaran virus polio masyarakat dihimbau meningkatkan kebersihan lingkungan karena penyeberan virus polio bisa melalui air yang tercemar virus polio.

“Magetan tidak ada kasus polio. Sejak tahun 2014 Indonesia sudah ditetapkan bebas polio. Cuma karena tahun 2020-2021 karena pandemi covid kegiatan imunisasi sempat berhenti, cakupannya rendah sehingga saat ini kasus yang bisa dicegah dengan imunisasi muncul kembali, polio, kasus difteri, itu muncul kembali. Oleh karena itu kita kembali menggiatkan upaya vaksin semoga cakupannya tinggi dan merata,” imbuhnya.

Baca Juga:  Lantik 12 Pengurus Cabang Olahraga, Koni Magetan Berharap Adanya Peningkatan Prestasi Atlit

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan tiga anak di Klaten, Jawa Tengah serta di Sampang dan Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengalami lumpuh layu akut akibat polio. Atas kejadian tersebut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan KLB Polio di wilayah tersebut pada 29 Desember 2023 lalu. (DmS)

VISUAL NEWS klik

 486 total views,  3 views today