Now playing

Rate this item
(0 votes)

Wajah Wajah Simbah Buruh Gendong Yang Luput Dari Bantuan

Published October 15, 2020

Rasi Fm – Meski berusia lanjut, belasan kuli gendong di Pasar Sayur Magetan terlihat masih bersemangat melakukan aktifitas mereka. Para buruh gendong rata rata berusia diatas 50 tahun bahkan diantaranya ada yang berusai 80 tahunan harus berangkat tengah malam untuk melayani jasa menggendong para pedagang etek yang mengambil dagangan untuk dijual keliling di pasar sayur Magetan. Juminem warga Desa Selotinatah salah satu buruh gendong yang telah berusia 65 tahun mengaku setiap hari mampu berpenghasilan Rp 30.000 hingga Rp 50.000 belum untuk pengeluaran transportasi sebesar Rp 10.000. Meski dengan penghasilan pas pasan, profesi buruh gendong telah di lakoni lebih dari 30 tahun.
“Ya tidak pasti, kalau ramai dapat 50 kalau tidak ramai ya 40 ribu atau 30 ribu. Ongkos mobil 10 ribu. Dirumah tidak ada kerjaan, ramai tidak ya disini. Tidak pernah libur kalau tidak capek. Kalau tidak kerja begini tidak dapat apa apa. Kerja cukup buat makan setiap hari,” ujarnya.
Disamping Mbah Juminem, mbah Paerah yang telah berusia 80 tahun terlihat terkantuk kantuk karena kecapaian setelah sepagian bekerja. Meski telah berusia senja, mereka masih harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Sayangnya mereka mengaku tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah. Baik bantuan pangan non tunai maupun bantuan tunai social bagi pekerja terdampak covid 19. Selama awal pandemic covid 19, mereka mengaku tak bisa bekerja karena pasar sepi.
“sama sekali tidak dapat BLT, PKH atau beras tidak pernah dapat. Semua ini tidak ada yang dapat bantuan. Katanya yang lain dapat uang, dapat beras, kami tidak dapat apa apa. Tidak dapat apa apa,” imbuhnya.
Di Pasar Sayur Magetan terdapat ratusan buruh gendong yang memiliki kawasan kerja masing masng. Juminem dan Mbah Paerah merupakan buruh gendong yang berada di pintu masuk Pasar Sayur bagian Selatan yang kebanyakan melayani gendongan yang tidak terlalu berat. Mereka bekerja dari pukul 3 malam hingga pukul 9 pagi. Meski tak pernah berharap ada bantuan bagi mereka, diusia senja mereka selayaknya pemerintah memperhatikan nasib para buruh gendong. (DmS)

Read 2282 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.