Now playing

News Magetan

News Magetan (125)

Rasi Fm - Pemerintah Kabupaten Magetan, mulai meresmikan operasional laboratorium PCR mobile seharga 3,8 miliar rupiah. Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, selain melayani kebutuhan pemeriksaan specimen swab dari Magetan laboratorium mobile PCR juga akan difungsikan untuk membantu pemeriksaan laboraotium specimen swab covid 19 Kabupaten lainnya. Dengan adanya mobile container laboratorium real time PCR BSL 2, pemerintah Kabupaten Magetan hanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam untuk mengetahui tes swab. Mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 milik pemkab Magetan ini dilengkapi 2 unit PCR yang mampu menangani 500 sample uji swab dalam sehari
“ Sehari kalau nonstop bisa 400 sampai 500, jadi cepat. Nanti kalau kabupaten manapun minta bantu akan kita bantu. Dan reagennya itu bisa produk mana aja, jadi kalau software opensource. Ini Senin bisa kita mulai namun visitasi Pemprov baru Selasa,” ujarnya di Pendopo Surya Graha.
Bupati Magetan Suprawoto menambahkan, selain untuk kebutuhan memproses pemeriksaan laboratorium specimen swab covid 19, laboratorium mobile PCR juga bisa digunakan untuk kebutuhan pemeriksaan penyakit TBC dan pemeriksaan penyakit dalam lainnya. Mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 milik pemkab Magetan juga dilengkapi dengan peralatan pengolah limbah medis. Limbah medis seperti bekas swab maupun limbah pipetting akan dipanaskan disuhu tinggi melalui alat auto claff.
“ Ketika saya memutuskan membeli mobil ini saya tanya dulu efektifitas dan efisiensinya. Taruhlah covid hilang fungsinya bisa digunakan untuk pemeriksaan penyakit TBC dan lain sebagainya, kalau sekali pakai saya tidak akan beli,” imbuhnya.
Selain memiliki laboratorium mobile, pemerintah daerah Kabupaten Magetan juga telah membangun laboratorium PCR di RSUD Sayidiman untuk menangani virus covid 19 yang rencananya dioperasikan akhir bulan Oktober mendatang.(DmS)

Rasi Fm – Ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah UMKM Kabupaten Magetan berbondong bondong mengajukan bantuan untuk UMKM pemulihan perekonomian dari Kementrian Koperasi. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magetan Parminto Budi Utomo mengatakan, hingga gelombang pertama pertengahan Bulan Oktober pihaknya telah mengajukan hampir 28.0000 pelaku UMKM di Magetan. Untuk mengajukan bantuan UMKM pemulihan perekonomian dari Kementrian Koperasi cukup mudah dengan melampirkan foto copy KTP, Surat keterangan usaha dan surat pertanggungjawaban mutlak.
“Persyaratan punya usaha mikro omsetnya dibawah 50 juta, dia tidak memiliki kredit di perbankan, dia bukan TNI, Polri, PNS, bukan karyawan BUMN maupun BUMD. Dia mengisi form yang sudah ditentukan, ada nama, NIK, alamat domisili, alamat usaha nomor kontak person HP sama menandatangi surat pernyataan pertanggungjawaban mutlak, bahwasannya yang bersangkutan disamping memiliki usaha juga memenuhi syarat dan bersedia untuk diaudit dan sanggup mengembalikan jika tidak sesuai peruntukan,” ujarnya.
Parminto menambahkan, bantuan pemulihan perekonomian gelmbang pertama dibuka pada bulan September kemarin, sementara untuk perpanjangan pendataan gelombang ke 2 akan berakhir hingga bulan November mendatang.
“Diluar yang 27.998 lewat desa itu mungkin ada informasi kok udah cair sehingga mereka datang langsung kesini. Kita tidak bisa menolak harus melayaninya. Gelombang kedua dibuka awal Oktober sampai Jumat 16 Oktober kita dapat data 808 akhirnya kita kirim ulang. Tahap kedua nanti suratnya akhir November,” imbuhnya.
Bantuan UMKM pemulihan perekonomian dari Kementrian Koperasi dan UMKM diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk tetap produktif di masa pandemic covid 19. Bantuan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga. (DmS)

Rasi Fm – Ribut ribut soal terkait pengembangan usaha agribis pedesaan (PUAP), DPRD Kabupaten Magetan meminta Dinas Pertanian Kabupaten Magetan melakukan pendampingan terhadap kelompok tani penerima. Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno mengatakan, bantuan dari Kementrian Pertanian seharusnya bisa lebih meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kita mendorong Dinas Pertanian melakukan pendampingan terhadap kelompok tani kelompok karena itu binaan Dinas Pertanian, Dampingi PUAP sehingga pengelolaan dana PUAP ini digunakan bener bener untuk kesejahteraan petani, jangan ada penyelewengan ,” ujarnya.
Terkait tindak lanjut peran DPRD dalam pengawasan terhadap pelaksanaan penyaluran PUAP menurut Sujatno pihaknya masih menunggu hasil dari langkah Kepolisian Resort Magetan yang meminta keterangan terhadap sejumlah camat. Sujatno mengaku akan mengambil langkah strategis terkait penyaluran dana PUAP karena anggaran dari Kementrian Pertanian cukup besar bagi kesejahteraan petani.
“Kita masih lihat, sekarang yang dilakukanpun sebenarnya masih dimintai keterangan. Hasilnya seperti apa, nanti kita lakukan langkah langkah yang strategis. Kita minta kepada Dinas Pertanain melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap gapoktan gapoktan yang ada di Magetan,” imbuhnya.
Sebelumnya Kepolisian Resort Magetan akan meminta keterangan kepada sejumlah camat terkait ribut ribut PUAP. Dari hasil keterangan sejumlah kelompok tani yang didapat kepolisian sejumlah kelompok tani tidak pernah mendapatkan bantuan puap, sementara sejumlah petani yang mendapat bantuan justru tidak mempertanggungjawabkan bantuan puap yang nilainya bisa ratusan juta rupiah dengan membawa kabur bantuan puap. (DmS)

Rasi Fm –Ketua Koni Kabupaten Magetan melantik 12 pengurus cabang olah raga karena masa tugas mereka telah berakhir. Ketua Koni Kabupaten Magetan Bambang Trianto mengatakan, pelantikan ke 12 pengurus cabang olah raga seharusnya dilakukan di Koni Provinsi, namun karena pandemic covid 19 pelantikan pengurud cabang olah raga Koni Magetan dilaksanakan di pendopo dan dilakukan oleh Ketua Koni Magetan. “ Kebetulan 12 cabang olah raga habis masa baktinya. Dari Koni Provinsi memberikan mandat dimasa pandemi yang 12 kami lantik sama sama di pendopo ini,” ujarnya.
Bambang menambahkan, sejumlah atlit yang berprestasi dalam kegiatan pelantikan pengurus cabang olah raga tersebut juga mendapatkan beasiswa agar lebih bisa memacu prestasi untuk kedepan. Dimasa pandemi covid 19 KONI Magetan rencananya akan memberikan bantuan kepada seluruh cabang olah raga untuk lebih meningkatkan pelatihan. “ Uang pembinaan nanti akan digunakan untuk menggiatkan pelatihan. Even kita kurangi tapi pelatihan akan kita tingkatkan,” imbuhnya.
Sementara ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno yang hadir dalam pelantikan mengatakan, dengan dilantiknya pengurus cabang oalh raga Koni Magetan pengurus cabang akan menemukan bibit bibit atlit yang potensial untuk bisa berbicara di kancah nasional. DPRD Magetan sendiri mengaku akan mengawal anggaran bagi peningkatan prestasi atlit di Magetan. “ Dengan pengurus cabang olah raga baru kita berharap ada semangat baru. Sesuai dengan fungsi penganggaran dan pengawasan tentunya alokasi yang sudah diberikan bisa dimaksimalkan untuk peningkatan pembinaan atlit,” katanya.
Bupati Magetan yang hadir dalam pelantikan tersebut berharap ada demam olahraga dimasa pandemic covid 19 sehingga selain menelurkan atlit berprestasi juga merupakan sarana untuk mencegah penularan dengan meningkatnya imunitas warga. Terhadap atlit berprestasi yang mendapat penghargaan Bupati Magetan Suprawoto berharap akan lebih berprestasi lagi dimasa yang akan datang sehingga mampu membawa nama Magetan dikancanh nasional maupun internasional. “ Saya harap ada demam olahraga, otomatis atlit atlit ini akan berprestasi. Banyak yang tidak berpikir bagaimana cara mencegah sakit. Dengan demam olah raga saya yakin biaya untuk berobat orang sakit akan bisa dikurangi,”

Page 1 of 32