Now playing

News Magetan

News Magetan (172)

Rasi Fm – Kepala Desa Gebyog Kecamatan KarangRejo Kabupaten Magetan membebaskan warganya dari membayar bunga pinjaman Bank Kredit Desa BKD. Kepala Desa Gebyog Suyanto mengatakan, ratusan warganya tak mampu membayar hutang pinjaman di Bank Kredit Desa BKD karena sulitnya perekonomian dimasa pandemi covid 19. Dengan pembebasan membayar bunga pinjaman diharapkan bisa meringankan beban masyarakat peminjam.
"Kalau diparani petugas itu ya ngeh ngeh tapi tidak datang. Akhirnya saya punya inisiatif dan bekerja sama dengan BRI Magetan saya mohon dengan hormat karena rakyat saya tidak mau mbayar atau mungkin tidak mampu. Akhirnya saya tawarkan seperti pemutihan boleh atau tidak ternyata daripada uangnya hilang akhirnya diperbolehkan,” ujarnya.
Suyanto menambahkan, bagi warga yang mempunyai hutang 1 juta akan diberi waktu hingga 1 tahun untuk melunasi pinjaman di Bank Kredit Desa. Sementara warga yang punya pinjaman 1 hingga 5 juta diberi waktu 2 tahun untuk melunasi pinjaman, sementara warga yang mempunyai pinjaman hingga 20 juta diberi waktu hingga 3 tahun. Dengan membebaskan bunga pinjaman diharapkan warga bisa melunasi pinjaman mereka sehingga anggaran BKD bisa dipinjamkan kepada warga lainnya yang membutuhkan.
“Karena nanti tujuan saya akhir nanti kalau uangnya sudah masuk minimal 70 persen dari keseluruhan saya punya angen angen bunganya saya mohon diturunkan. Jadi yang namanya perwujudan menyejahterakan masyarakat yang saya bisa dalam ini seperti itu. Bukan dengan cara menggelontorkan memberikan uang tidak. Tapi saya ikut berfikir memikirkan rakyat saya seperti itu,” imbuhnya.
Dari aset keuangan BKD desa Gebyog saat ini mencapai lebih dari Rp 800 juta sementara pinjaman warga yang macet mencapai hampir Rp 300 juta. Dengan terobosan tersebut hampir separuh warga yang mempunyai pinjaman macet akan melunasi pinjaman dalam waktu dekat.(DmS).

Rasi Fm – Kepiawaian merajut benang membuat Diana Puspita Sari warga di Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan memiliki penghasilan hingga jutaan rupiah. Dari tangannya yang terampil merajut , Diana mempu menghasilkan berbagai barang berkualitas seperti baju, topi dan sepatu dari benang rajutan. Bahkan sepatu dan sandal hasil rajutan tangannya mampu menembus pasar di Pakistan hingga Abudabi. Harga sepatu dan sandal yang kebanyakan di pasarkan melalui media sosial dan online tersebut berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 500.000.
“Bikin baju, topi pantai, peci solat, sandal sepatu, tas. Tapi yang paling suka pesanan sepatu banyak sekali. Kadang dapat 10 kadang dapat 5 seminggu. Kemarin kirim ke Pakisatn, udah ada yang sampai ke Abudabi,”

Diana mengaku ketrampilan merajut benang menjadi barang berkualitas berawal dari masa pandemi yang membuat usahanya di bidang even organizer wedding sepi. Dalam waktu 2 jam dia mengaku berhasil belajar tehnik merajut sepatu hingga membuat beragam barang dari bahan benang rajut seperti dompet, sepatu bayi, sepatu anak anak, sandal dan sepatu orang dewasa. Untuk menghasilkan barang bagus bahkan Diana membeli benang rajut dari luar negeri seperti Negara China dan Jepang. Benang Yoko yang lembut untuk dompet, sepatu bayi kaos kaki bayi didatangkan dari Jepang sementara benang Poliseri untuk pembuatan sepatu dan tas didatangkan dari China.
“Pertama itu bikin sepatu satu hari jadi. Padahal saya baru belajar dari temen 2 jam sudah bisa. Mulai dari situ autodidak lihat youtube, belajar autodidak les online sampai kayak gini. Dipakai nyaman tinggal pilih model apa dan warna apa tinggal yang pesan,” imbuhnya.

Diana mengaku akan mengembangkan usaha handycraf dari benang rajut dengan memberi pelatihan kepada warga agar usahanya bisa berkembang. Saat ini usaha event organizer wedding miliknya dengan menyediakan kebutuhan accessories pernikahan juga dikembangkan dari tema benang rajut (DmS).

Rasi Fm – Tak hanya destinasi wisata Telaga Sarangan saja yang bisa dikunjungi di Kabupaten Magetan. Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, saat ini pemerintah daerah mengembangkan destinasi ecowisata seperti smart park yang lokasinya bersebelahan dengan taman bunga refugia dan peternakan sapi perah yang dikembangkan oleh warga Desa Singolangu. Warga Desa Singolangu secara mandiri saat ini terus mengupayakan produk turunan dari susu, sehingga selain sebagai produk oleh oleh, proses pengolahan susu bisa menjadi wisata edukasi.

“Jadi kita tidak hanya memproduk susu, tetapi juga hilirisasi dalam bentuk paket wisata juga dan produk susu akhir, tadi ada stik susu ada susu yang dikemas, ada permen ini salah satu. Sehingga nanti wisatawan tidak selalu di Sarangan,” ujarnya.
Suprawoto menambahkan, selain ecowisata di Singolangu yang digiatkan warga, pemerintah daerah juga membangun smart park yang lokasinya berdekatan dengan Taman Bunga Refugia. Untuk menggeliatkan iklim wisata pemerintah akan menawarkan paket wisata antara kampung susu yang digiatkan warga Singolangu secara mandiri, satu paket dengan upaya pengembang biakan kelinci hias warga.
“Tahun depan kita akan buat Smart Park, lokasinya gandeng sama Refugia. Jadi nanti pintu masuknya bisa dari utara sama selatan. Jadi nanti terintergrasi, misalkan sekarang mbayarnya Rp 10.000 besok 15.000 itu sudah 2 tempat itu. Nanti disana peternak bisa jualan disitu. Nanti ada kelinci yang hias,” imbuhnya.
Suprawoto berharap desa lainnya juga bisa berbuat seperti desa Singolangu yang secara mandiri mengupayakan peternakan sapi perah sebagai ecowisata untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Magetan. (DmS)

Rasi Fm - Di masa Pandemi Covid 19 Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan mewajibkan kendaraan umum untuk melengkapi kebutuhan protocol kesehatan seperti pembatasan jumlah penumpang dengan memberi tanda jarak pada tempat duduk, ketersediaan handsanitiser dan mewajibkan penumpang mengenakan masker. Saat menjadi narasumber di Radio Rasi FM Pejabat Penguji Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan Lukas Mahendra mengatakan, dimasa pemberlakuan belajar tatap muka yang telah diberlakukan pemerintah daerah, mobil angkutan pelajar juga harus mematuhi protocol kesehatan.
“Diprogram angkutan pelajar gratis kita, kita juga menetapkan itu. Jadi untuk satu MPU yang kita tetapkan 50 persen. Jadi 8 orang satu kendaraan,” ujarnya.
Selain kendaraan angkutan pelajar, keharusan untuk melakukan protocol kesehatan juga wajib bagi kendaraan penumpang umum MPU. Lukas menambahkan personil dinas perhubungan saat ini rutin melakukan pemeriksaan kendaraan umum di terminal untuk mencegah penyebaran covid 19. Dan bagi kendaraan yang tidak memenuhi aturan protocol kesehatan, kendaraan tersebut akan dilarang beroperasi.
“Di kendara n itu ada semacam penyekatan, jarak di tempat duduk, disediakan handsanitiser, itu penumpang harus pakai masker. Apabila kendaraan umum tidak memenuhi protocol kesehatan, kendaraan umum itu kita larang beroperasi,” ujarnya.
Dinas Perhubungan berharap pemahaman masyarakat akan pentingnya penerapan protocol kesehatan di kendaraan umum akan menjadikan Kabupaten Magetan cepat berada di zona hijau penanganan covid 19. Pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan protocol kesehatan juga akan mempercepat pemulihan Kabupaten Magetan ke kehidupan normal dari pandemic covid 19. (DmS)

Page 1 of 43