Now playing

News Magetan

News Magetan (125)

Rasi Fm – Mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 milik Pemkab Magetan seharga 3,8 Miliar rupiah dalam sehari mampu mengolah 500 sample uji swap. Feri Hidayat Prasetya Manager Pemasaran Pt Karya Putra Andalan selaku penyedia mobil laboratorium PCR mengatakan, mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 milik Pemkab Magetan memiliki 2 unit PCR dimana 1 unit mampu menampung 32 sample uji swap. Dalam sekali proses 2 mesin PCR akan mampu mengolah 64 uji sample swap. Dengan 8 kali proses sample uji swap maka dalam sehari laboratorium mobile PCR pemkab Magetan mampu mengolah 500 uji sample swap covid 19. Waktu yang dibutuhkan juga tidak lama karena hanya butuh 2 hingga 3 jam hasil uji sample swap covid 19 sudah bisa diketahui.
“Ini PCRnya ada 2 unit dengan kapasitas masing masing 32 sampling. Sekali masuk kalau jalan semua 64. Itu dari proses pengambilan sample pipettingnya, ekstraksi , PCR sampai keluar hasil butuh waktu 2 hingga 3 jam sudah diketahui. Sehari kalau 500, 8 kali proses,” ujarnya.
Untuk menangani covid 19 Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki laboratorium PCR mobile diberi label mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 yang beli oleh pemerintah daerah seharga 3,8 miliar rupiah. Selain mampu mengolah sample uji swap covid 19 mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 juga dilengkapi dengan peralatan pengolah limbah medis. Sehingga limbah dari laboratorium mobile sangat aman untuk lingkungan. Tingkat keamanan laboratorium mobile juga sangat maksimal karena ruang laboratorium dibangun dari 3 lapisan bahan yang mampu menjaga ruang laboratorium tetap steril dari pengaruh lingkungan di luar.
“Limbahnya medis itu adalah kayak limbahnya swab, bekasnya pipetting kayak chip chipnya itu ada mesinnya namanya auto claff. Auto claff itu adalah pemanas itu nantinya virus apapun akan dibunuh disitu, Keluarnya limbah bersih tidak terkontaminasi virus atau apapun itu,” imbuhnya.
Selain memiliki laboratorium mobile, pemerintah daerah Kabupaten Magetan juga telah membangun laboratorium PCR di RSUD Sayidiman untuk menangani virus covid 19. Dengan memiliki laboratorium di RSUD Dr Sayidiman nantinya hanya butuh waktu 4 jam untuk mengetahui hasil swap.(DmS).

Rasi Fm – Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki laboratorium PCR mobile yang akan difungsikan untuk menangani covid 19. Mobil yang diberi label mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 ini di beli oleh pemerintah daerah seharga 3,8 miliar rupiah. Feri Hidayat Prasetya Manager Pemasaran Pt Karya Putra Andalan selaku penyedia mobil laboratorium PCR mengatakan, laboratorium mobile yang menggunakan mobil Isuzu Elf 125 PS tersebut sudah dilengkapi dengan peralatan laboratorium serta menggunakan tenaga diesel dan tenaga listrik dari luar mobil untuk mengoperasikan laboratorium.
“Didalamnya kita lengkapi dengan 2 unit PCR, ada 1 unit ekstraksi, I unit autoclave, ada 1 unit Bio sfety cabinet, setelah itu kita ada micropipette, ada refrigerator terus ada computer 3 unit dam ada printer untuk mencetak hasil swap tersebut,” ujarnya.
Feri menambahkan, kelebihan lain dari mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 ini seharga 3,8 miliar rupiah tersebut selain memiliki peralatan laboratorium lengkap juga dilengkapi dengan peralatan pengolah limbah medis. Sehingga limbah dari laboratorium mobile sangat aman untuk lingkungan. Tingkat keamanan laboratorium mobile juga sangat maksimal karena ruang laboratorium dibangun dari 3 lapisan bahan yang mampu menjaga ruang laboratorium tetap steril dari pengaruh lingkungan di luar.
“Limbahnya medis itu adalah kayak limbahnya swab, bekasnya pipetting kayak chip chipnya itu ada mesinyya namanya auto claff. Auto claff itu adalah pemanas itu nantinya virus apapun akan dibunuh disitu, Keluarnya limbah bersih tidak terkontaminasi virus atau apapun itu,” imbuhnya.
Selain memiliki laboratorium mobile, pemerintah daerah Kabupaten Magetan juga telah membangun laboratorium PCR di RSUD Sayidiman untuk menangani virus covid 19. Dengan memiliki laboratorium di RSUD Dr Sayidiman nantinya hanya butuh waktu 4 jam untuk mengetahui hasil swap.(DmS).

Rasi Fm – Kasimun (80) warga Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Kabuaten Magetan dipastikan masuk dalam daftar penerima bantuan social tunai yang mengalami permasalahan dengan NIK invalid. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu melalui pesan singkat mengatakan, meski saat ini Kementrian Sosial Republik Indonesia belum selesai melakukan sinkronisasi NIK invalid sebanyak 27.000 di Magetan, namun nama mbah Kasimun telah dicoret sejak bulan September lalu. “ Ditahap 6 dan 7 nama Mbah Kasimun terdelet dari data pusat kemensos RI, hal ini dikarenakan ada 2 ID BDT dalam DTKS yaitu atas nama mbah Kasimun dan yang satunya atas nama Pak Afif suami suami dari bu suci. Karena KK sudah sendiri sendiri , ini masuk kategori NIK Invalid yang saat ini di benahi oleh kemensos,”ujarnya.
Sekretaris Desa Gebyog Wahyu Hermawanto mengatakan, Mbah Kasimun masuk dalam daftar salah satu warga yang mengalami NIK invalid. Menurutnya di Desa Gebyog sendiri ada 125 NIK invalid yang saat ini sedang di lakukan perbaikan. Dari data Desa Gebyog Mbah Kasimun telah menerima BST sebanyak 3 kali. “ BST ini kan sampai Desember, 2 bulan ini Mbah Kasimun tidak dapat. Terimanya mbah Kasimun 3 kali,” katanya.
Sementara data dari DInas Sosial Mbah Kasimun telah menerima BST sebanyak 5 kali. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu mengatakan, Mbah Kasimun menerima BTS dari Kemensos mulai Bulan April hingga Bulan Agustus kemarin.” Ibu Suci penerima bantuan PKH Mbah Kasimun menerima bantuan BST Kemensos senilai Rp 600.000 mulai tahap 1 sampai 3 di Bulan April sampai dengan Bulan Juni dan nilai 300.000 di tahap 4 dan 5 yaitu BUlan Juli dan Agustus,” ujarnya.
Sementara dari pengakuan Suci, anak mbah Kasimun yang saat ini menderita kesulitan pendengaran BST dari Kementrian Sosial Republik Indonesia sebesar Rp 600.000 di terima 2 kali. Setelah itu menurut Suci bapaknya tidak pernah menerima lagi BST yang besarannya Rp 300.000. “ Terima 2 kali yang Rp 600.000 setelah itu tidak terima lagi, termasuk yang Rp 300.000 tidak terima,” katanya.
Pihak pemerintah Desa Gebyog mengaku telah melakukan penelusuran terkait nasib Mbah Kasimun yang tidak lagi menerima bantuan. Rencananya pemerintah desa akan memasukkan mbah Kasimun sebagai penerima bantuan social tunia melalui Dana Desa. “Kita sudah telusuri dari pendamping desa sampai kecamatan memang pencoretan Mbah Kasimun dari Kementrian Sosial. Kita upayakan nanti untuk masuk sebagai penerima bantuan social dari desa,” imbuh Sekretaris Desa Gebyog Wahyu Hermawanto.
Untuk menjadikan warga penerima bantuan social menjadi warga yang tidak lagi menerima bantuan social menurut Wahyu Hermawanto butuh waktu cukup lama. Hal ini berdasarkan pengalaman salah satu warga Desa Gebyog yang mengundurkan diri sebagai penerima bantuan karena sudah mampu. “ Lama masih menerima bantuan kemarin padahal sudah diusulkan untuk tidak menerima bantuan karena sudah mampu,” ucapnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu mengatakan jika Kementrian Sosial saat ini masih melakukan sinkronisasi data 27.000 NIK invalid penerima bantuan social di Kabupate Magetan.

Rasi Fm – Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno mengajak warga tetap melaksanakan protocol kesehatan dengan cara menghidupkan kegiatan seni. Seni reog merupakan salah satu kegiatan seni yang terdampak covid 19 sehingga dimasa pandemi pelaku seni reog lebih banyak tidak beraktifitas. Dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Magetan ke 345, Ketua DPRD Magetan Sujatno menghadirkan kesenian reog dirumahnya dengan standar protocol kesehatan dengan pembatasan penontotn dan mewajibkan penonton mengenakan masker dan jaga jarak. Untuk menjangkau khalayak ramai, pagelaran seni reog disiarkan secara streaming.
“ Dalam pagelaran ini, Ini nguri nguri budaya leluhur binaan kami dari Desa Mojorejo. Mudah mudahan ini memotifasi kepada teman teman semuanya untuk memberi semangat kepada teman teman semua supaya kesenian reog tidak punah. Karena di masa pendemi banyak dari pelaku seni vakum dari kegiatan seni,” ujarnya.
Ketua DPRD Magetan Sujatno menambahkan, melalui pagelaran seni selain sosialisasi langsung tentang protocol kesehatan, masyarakat juga diajak langsung mempraktekkan protocol kesehatan sehingga memahami pentingnya memakai masker dan jaga jarak. Dimasa pandemic covid 19 menurut Sujatno masyarakat harus tetap melaksanakan protocol kesehatan dalam kegiatan sehari hari mereka.
“Kita sediakan masker bagi penonton yang tidak mengenakan masker wajib mengenakan masker, kita sediakan cuci tangan handsanitiser dan kita minta jaga jarak. Jadi protocol kesehatan diharuskan, jadi ini merupakan salah satau cara mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan protocol kesehatan,” imbuhnya.

Melalui protocol kesehatan yang dilaksanakan oleh warga masyarakat langkah penanganan covid 19 oleh pemerintah daerah menurut Sujatno akan lebih cepat tertangani. Untuk menangani covid 19 pemerintah Kabupaten Magetan membangun laboratorium PCR di RSUD Magetan dan melakukan pengadaan laboratorium mobile sehingga penanganan terhadap pasien tekonfirmasi covid 19 akan lebih cepat. (DmS)

Page 3 of 32