Now playing

News Magetan

News Magetan (125)

Rasi Fm – Ribut ribut terkait pengembangan usaha agribis pedesaan (PUAP) membuat Kepolisian Resort Magetan akan bertindak meminta keterangan sejumlah camat. Kasatreskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan, pemanggilan sejumlah camat menurutnya masih berupa pengumpulan informasi terkait ribut ribut PUAP. Ribut ribut puap berawal dari sekelompok petani yang mengeluhkan tidak pernah mendapat bantuan hibah pertanian PUAP. Dari beberapa keterangan yang diperoleh pihak kepolisian, sejumlah petani tidak pernah menerima bantuan sedangkan penerima PUAP lainnya bahkan tidak mempertanggungjawabkan bantuan karena membawa kabur bantuan PUAP.
“PUAP itu sendiri muncul ketika ada beberapa orang mengeluhkan tidak mendapatkan bantuan hibah bantuan pertanian itu sendiri. Di sample yang kita uji di beberapa tempat sering tidak dapat ada yang kabur bahkan,” ujarnya.
Ryan menambahkan, dari keterangan sejumlah camat nantinya pihak kepolisian akan mengetahui jumlah kelompok tani dan data penerima PUAP di sejumlah kecamatan. Melalui keterangan dari sejumlah camat tersebut nantinya pihak kepolisian akan mengetahui kelompok tani mana saja yang telah menerima bantuan PUAP dan kelompok tani yang menyalah gunakan bantuan PUAP.

“Bantuan ini kan di direct langsung dari Negara ke Petani, metodenya pakai koperasi, tapi mirip bantuan yang langsung tanpa melalui dinas. Dinas hanya sebatas asesmen kelompok mana yang layak . Harapan saya dengan adanya upaya ini kedepan akan lebih baik,” imbuhnya.
PUAP merupakan program kementerian pertanian bagi petani di perdesaan untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan dengan memberikan fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang tergabung dalam kelompok tani. Di sejumlah daerah kelompok tani menerima bantuan PUAP hingga ratusan juta rupiah setiap kelompok tani. (DmS)

Rasi Fm – Sebulan terakhir Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Magetan menerima setidaknya 800-an asesmen untuk perijinan kegiatan masyarakat. Ketua Harian Satgas Covid 19 Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa mengatakan, satiap hari rata rata Satgas covid 19 menerima permintaan asesmen sebanyak 25 ijin. Mayoritas permintaan asesmen masyarakat adalah ijin hajatan pengantin. Untuk mendapatkan asesmen untuk kegiatan hajatan tidak sulit, bahkan hanya 5 menit masyarakat bisa mendapatkan ijin kegiatan hajatan.
“Rata rata ada 25 bisa lebih, Yang mendominasi hajatan mantu, sunatan. Ini menurut orang jawa hari baik. Kalau hajatan yang kecil cukup yang bersangkutan datang kesini, kita berikan asesmen kesehatannya, kita berikan sosialisasi disini, terus kita buatkan rekomendasi 5 menit selesai,” ujarnya.
Ari Budi Santosa menambahkan, untuk persyaratan pengajuan ijin asesmen tidak ribet. Pemohon asesemen hanya membawa surat pengantar dari Desa masing masing terkait kegiatan hajatan yang akan digelar. Bahkan Satgas juga akan memberikan asesemen ijin hajatan di kawasan zona merah. Namun keluarnya ijin menunggu tim asesmen turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan kondisi lokasi hajatan warga.
“Syaratnya cukup surat dari kepala desa bahwa dia mau punya hajat. Kalau zona merah makanya perlu adanya asesmen. Tidak serta merta tidak kita buatkan, nggak. Tetap kita asesmen kita lihat jaraknya berapa kalau masuk akal jaraknya agak jauh kita berikan,” imbuhnya.
Ari Budi Santosa memastikan jika kepatuhan warga yang mengajukan asesmen terkait protocol kersehatan mencapai 90 persen. Jika warga tidak mematuhi asesmen maka satgas covid 19 akan meminta perangkat desa mengawasi jalannya kegiatan hajatan. (DmS)

Rasi Fm - Kabupaten Magetan, kembali menjadi kawasan zona kuning covid 19 setelah beberapa bulan terakhir berada di zona orange. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid 19 Ari Budi Santosa mengatakan, dari penilaian BNPB Pusat Kabupaten Magetan kembali ke zona kuning sejak hari Selasa kemarin. Semakin berkurangnya jumlah pasien terkonfirmasi positif dan tingginya angka kesembuhan dari pasien terkonfirmasi positif menjadi indikator Kabupaten Magetan kembali ke zona kuning. Prosentase kesembuhan pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Magetan mencapai 86 persen
“ Itu yang menentukan pusat, BNPB. Itu pengaruhnya jumlah yang sembuh, oleh BNPB. Jumlah pasien terkonfirmasi 3 minggu terakhir terus turun bahkan nol, untuk kesembuhan pasien mencapai 86 persen,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan penanganan covid 19 pemerintah Kabupaten Magetan saat ini memiliki satu unit lab mobile dan laboratorium yang dibangun di RSUD Sayidiman Magetan. Rencananya pemerintah Kabupaten Magetan akan mengoperasikan kedua laboratorium akhir bulan mendatang. Saat kedua laboratorium dioperasikan, diperkirakan jumlah pasien terkonfirmasi menurut Ari akan naik mengingat saat ini untuk mengetahui hasil specimen swap menunggu 3 hingga 6 hari. Dengan beroperasinya laboratorium mobile dan laboratorium RSU Sayidiman untuk mengetahui hasil swab hanya butuh waktu 3 hingga 4 jam.
“ Ketika mobil PCR nanti beroperasi, trennya akan naik. Tapi setelah itu jumlah pasien akan turun,”ucap Ari.
Untuk menanggulangi kenaikan jumlah pasien terkonfirmasi positif pemerintah daerah saat ini tengah mempersiapkan hotel dan fasilitas khusus untuk menampung pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala. HIngga Hari rabu data dari Satgas Penanganan Covid 19 jumlah pasien terkonfirmasi sebanyak 471 orang dimana 380 orang sembuh, 26 orang meninggal dan 65 orang dalam pemantauan. (DmS)

Rasi Fm – Belasan petani dari Desa Gebyog Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan ngeluruk ke Kantor Kepolisian Resor Magetan. Mereka mengadukan dugaan penggelapan pupuk bersubsidi oleh kios penyalur pupuk. Pengawas Gapoktan Desa Gebyog Mulyono mengatakan, petani didesanya kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis ponska. Para petani melalui kelompok tani mengaku telah membayar dahulu kuota pupuk bersubsidi jatah mereka untuk masa tanam ke 2, namun hingga masa tanam ke 3 mereka belum mendapatkan semua jatah pupuk bersubsidi. Bahkan dari pengakuan kios penyalur pupuk bersubsisi mengaku telah menyalurkan pupuk bersubsisi untuk masa tanam ke 3, padahal petani mengaku tidak pernah mengambil kuota pupuk untuk masa tanam ke 3. Kios penyalur diduga menggelapkan lebih dari 7 ton pupuk bersubsisi jatah petani.
“Kemarin sistemnya kelompok tani Desa Gebyog itu kan bayar dulu baru ada pupuk. Tapi bayarnya sesuai dengan apa kebutuhan pupuk. Ternyata setelah petani membayar disodorkan ke kios yang disalurkan itu kurang. Jenis kekurangannya yaitu jenis ponska. Dari distributor katanya sudah dikirim semua untuk kebutuhan pupuk Desa Gebyog,” katanya.
Sementara Kasatreskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan, terkait pengaduan para petani Desa Gebyog pihaknya masih akan meminta keterangan sejumlah pihak terkait dugaan penggelapan pupuk bersubsidi tersebut. Dari keterangan para petani yang mengadukan kios penyalur pupuk bersubsidi tersebut, mereka mengaku telah membayar kuota pupuk bersubsidi jatah mereka namun hingga saat ini pihak kios belum bisa menyediakan pupuk bersubsidi jatah petani.
“Sejauh ini tadi sudah melakukan pengaduan kepada kami . Sejauh ini langkah yang kita ambil kita harus tahu masalah itu secara utuh, kita akan melakukan pemeriksaan kita akan teliti permasalaahn tersebut. Setelah kita tahu seluruhnya, kita mintai keterangan yang bersangkutan baru kita nanti setidaknya tahu permasalahan tersebut,” katanya.
Sebelumnya pemerintah kecamatan Karangrejo telah melakukan mediasi pada tanggal 9 September lalu antara petani dengan kios penyalur pupuk bersubsidi dengan kesepakatan kios akan memenuhi kekukarangan kuota pupuk bersubsidi dalam jangka waktu 10 hari. Kios juga menyetujui permintaan kelompok tani untuk mengalihkan penyaluran pupuk bersubsidi dari kios kepada bumdes desa Gebyog. Namun hingga akhir Bulan Oktober pihak kios belum ada realisasi dari kesepakatan yang telah di buat. (DmS)

Page 2 of 32