Now playing

News Magetan

News Magetan (125)

Rasi Fm – Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magetan tahun ini menambah 1297 eksemplar buku. Kepala Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magetan Gatot mengatakan, pengadaan buku yang dibeli oleh pemerintah daerah selain untuk mengganti koleksi yang rusak juga untuk menambah judul buku sesuai dengan keinginan dari warga masyarakat yang sering meminjam buku ke perpusatakaan.
“Kami kan membuka kotak saran, pengaduan dari harapan pengunjung buku apa yang harus di beli, Buku ini kan tidak selamanya utuh, ada yang rusak ada yang tidak kembali kami untuk mencukupi itu juga,” ujarnya.
Dengan tambahan 1,297 eksemplar buku Perpustakaan Kabupaten Magetan saat ini memiliki 73.000 eksemplar buku. Meski memiliki 73.000 eksemplar buku namun judul buku yang dimiliki Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magetan hanya sekitar 40.000 judul buku.
“ Kalau kemarin saya menyampaikan kami perkirakan 72.000 an sekarang ya sekitar 73.000 an, eksemplar. Kalau judulnya hanya 40.000 berapa gitu,” imbuhnya.
Tahun ini Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magetan mendapat alokasi anggaran untuk pengadaan buku sebesar Rp 100.000. 000. Dengan anggaran tersebut Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magetan menambah 1297 eksemplar buku.
Kabupaten Magetan ditetapkan sebagai Kabupaten Literasi dimana melalui Komunitas HUjan Buku Kabupaten Magetan berhasil mencetak 500 judul buku dalam waktu kurang lebih satu tahun. Kerja keras Komunitas Hujan Buku dan pemerintah daerah dalam menggulirkan literasi membuat Kabupaten Magetan mendapat bantuan anggaran untuk membangun gedung literasi tahun depan. (DmS)

Rasi Fm – Kesulitan proses pembelajaran dimasa pandemic virus covid 19 membuat Alamsurya warga Magetan yang menempuh pendidikan S2 di Yogyakarta tergerak membuat aplikasi pengajaran bagi siswa SD. Dia mengatakan, system pembelajaran dari rumah untuk menghindari penularan covid 19 membuat kebanyakan orang tua kesulitan mendampingi anak mereka belajar. Selain terbentur waktu, orang tua siswa kebanyakan tidak memahami materi pengajaran yang disampaikan melalui media online oleh pihak sekolah, sehingga pengajaran siswa mengalami kendala.
“Ibu ibu dan bapak bapak yang dirumah itu belum tentu bisa ngajarain karena kapasitas mereka sebagai ada yang bekerja sudah nggak sempat menemani anak, apalagi pelajarannya hitung hitungan dan sebagainya. Berangkat dari situ kita sinergikan antara buku menjadi bentuk digital,” ujarnya.
Melalui format digital tersebut Alamsurya mengemas materi pembelajaran yang ada dibuku dengan dilengkapi audio yang menjelaskan terkait materi pelajaran. Dia mengatakan, audio yang ditampilkan dalam aplikasi MGT.TEMATIK tersebut merupakan guru pembimbing yang selama ini mengajar di sekolah dasar yang diilih untuk menjelaskan isi materi buku pelajaran.
Sementara Yoyok pemilik percetakan CV Lestari Ilmu yang terlibat dalam pengembangan aplikasi MGT.TEMATIK mengatakan, saat ini baru 6 mata pelajaran di tingkat sekolah dasar yang telah dibuatkan aplikasi digitalnya. Aplikasi MGT.TEMATIK saat ini bisa diunduh melalui playstore secara gratis.
“Baru tingkat SD semua, untuk SMPnya belum. SD pun ini baru mapel umum tematik yang bahasa Jawa matematika juga belum. Ini sudah PPKN, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PJOK sama Seni Budaya. Ini sudah mengikuti kurikulum K 13, jadi bukunya sudah ada pada siswa,” katanya.
Sayangnya untuk pengembangan lebih lanjut aplikasi pembelajaran melalui materi pelajaran siswa tersebut, Alamsurya dan Yoyok terkendala biaya yang cukup tinggi untuk melakuan pemrograman ke bahasa digital terkait pengembangan aplikasi MGT.TEMATIK. Mereka berharap ada pihak yang mengandeng mereka untuk mengembangkan aplikasi yang mereka buat, sehingga siswa bisa belajar dengan nyaman dan orang tua bisa mendampingi siswa tanpa dihantui stress karena ketidak tahuan mereka terhadap mata pelajaran. (DmS).

Rasi Fm – Lebih dari 50.000 siswa SD dan SMP di Kabupaten Magetan akan menerima kuota internet dari Kementrian Pendidikan yang mulai disalurkan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Suwoto mengatakan, sejumlah pendidik saat ini telah menerima paket kuota internet gratis untuk pembelajaran. Penyaluran dilakukan langsung oleh sejumlah vendor kepada nomor hp yang telah terdaftar dii system dapodik.
“Kalau jenjang SMP itu sekitar 17.900 an, kalau jenjang SD itu sekitar 37.000 siswa. Kita kan prinsip daftarkan semua melalui dapodik itu. Ndak itu langsung masuk datanya, langsung masuk di nomor HP yang didaftarkan,” ujarnya.
Suwoto menambahkan, kuota internet akan disalurkan setiap bulan selama 4 bulan mendatang. Pendistribusian akan dilakukan pada tanggal 24 sampai 26 September dan pendistribusian paket data pendidikan tahap kedua akan dilakukan pada 28 sampai 30 Oktober dan bulan ke 3 dan bulan ke 4 akan dilaksanakan secara bersamaan. Kuota Internet bagi Paud sebesar 25 GB dan pendidikan dasar SD dan SMP akan menerima 35 GB dimana 5 GB bisa digunakan untuk akses umum smeentara 30 giga bite untuk mengakses laman Kemendikbud untuk pembelajaran materi pendidikan.
“Paud itu ingat saya hanya 25 GB ,kemudian yang dikdas SD, SMP, SMA itu 35 GB. Yang 5 untuk umum kemudian sisanya 30 GB itu hanya khusus bisa mengakses lamannya Kemendikbud pembelajaran materi pendidikan,” imbuhnya.

Penyaluran kuota data internet untuk pembelajaran diharapkan mampu menjadi solusi kebutuhan mengakses materi pemblajaran bagi siswa ditengah masa pandemic covid 19 dimana pembelajaran secara tatap muka sangat dibatasi untuk mencegah penularan virus covid 19. (DmS).

Rasi Fm – Komite Olah Raga Nasional Indonesia KONI Kabupaten Magetan mentargetkan meningkatkan prestasi atlit yang selama ini telah mampu menyumbangkan prestasi di bidang cabang oleh raga. Ketua Koni Kabupaten Magetan Bambang Trianto saat menjalani sesi dialog dengan Radio Rasi FM mengatakan, pada perhelatan Pekan Olah Raga Provinsi sejumlah atlit dari Magetan berhasil menyumbangkan prestasi emas, sehingga Koni akan memprioritaskan kerja untuk menjaga eksistensi prestasi mereka.
“Target khusus untuk kepengurusan seperti yang telah saya sampaikan di visi misi kami itu meningkatkan prestasi, khususnya yang sudah mendapatkan medali kemarin untuk mempertahankan,” ujarnya.
Bambang menambahkan, meski saat ini masih berada di masa pandemi covid 19, Koni Magetan tetap menjaga eksistensi atlit dengan menggelar kegiatan dalam skala kecil. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan di wilayah yang berada di zoan hijau untuk menghindari resiko penularan covid 19.
“Karena ini masih pandemi event daerah belum dilaksanakan, tetapi kami tetap melaksanakan secara kecil kecilan di cabor masing masing. Tetapi kami melaksanakaan sesuai dengan protokol kesehatan, mungkin dilaksanakn di daerah hijau bukan di zona merah,”Imbuhnya.
Meski tetap memfokuskan kepada cabang oleh raga yang telah berhasil menyumbangkan prestasi, KONI Magetan juga memproyeksikan peningkatan prestasi bagi atlit yang prestasinya mendekati perolehan mendali pada sejumlah even. (DmS)

Page 10 of 32