Now playing

News Magetan

News Magetan (125)

Rasi Fm - Hampir 5 tahun berkarya membuat batik ciprat langitan, membuat karya para penyandang disabilitas di Desa Simbatan Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini mulai dikenal masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pesanan batik ciprat langitan di bulan Puasa. “ Hingga lebaran mendatang pesanan hampir 1.000 lembar. Jadi kesepakatan dengan anak anak kita tetap kerja meski puasa,” ujar Deny pendamping para penyandang disabilitas di Magetan dalam pembuatan batik langit cipratan Sabtu (02/05/2020).
Karena bulan puasa maka jam kerja yang diterapkan dipangkas hanya sampai pukul 12:00 WIB. Bila hari biasa para siswa penyandang disabilitas mampu membuat 30 lembar batik perhari, maka hari puasa hanya mampu separuhnya saja. Ratusan lembar batik yang harus diserahkan sebelum lebaran tersebut merupakan pesanan dari sejumlah dinas di Kabupaten Magetan. ”Masuk puasa kita sudah ada stok 500 an lembar. Ini menyelesaiakan pesanan yang akan diserahkan sebelum hari raya,” imbuhnya.
Membagi masker dari produk gagal hingga mampu beli motor.
Kreatifitas para disabilitas di Desa Simbatan tak hanya membuat batik ciprat langitan saja, namun ditengah pandemic virus corona mereka juga turut membantu dengan menyumbangkan sejumlah masker yang dibuat dari kain batik yang gagal produksi. Banyaknya kain batik gagal prosuksi akhirnya dimanfaatkan para penyandang disabilitas untuk diproduksi menjadi masker. “ Sebelumnya kita juga beli masker untuk siswa, tapi akhirnya anak anak berinisiatif memanfaatkan kain batik yang salah pewarnaan menjadi masker,” kata Deny.
Banyaknya pesanan batik ciprat langitan menjelang lebaran membuat para penyandang disabilitas di Desa Simbatan terdongkrak penghasilannya. Endang (21) salah satu siswa yang rajin membuat corak baru batik langitan mengaku akan membeli sepeda motor minggu depan dari menyisihkan gajinya yang lebih dari 1 Juta rupiah perbulan . “ Motor bekas, dari gaji kerja disini. Setiap gajian nabung Rp 500.000 sama bunda,” katanya.
Selama 5 tahun keberadan produksi batik ciprat langitan membuat puluhan penyandang disabilitas di Desa Simbatan mampu mandiri. Sebagian siswa batik ciprat menabung dari hasilnya bekerja dengan membeli hewan ternak dari kambing hingga sapi. Hampir seluruh siswa batik ciprta langitan memiliki HP sendiri dan sebagian mau membeli sepeda motor sendiri sebagai alat transortasi. Bahkan sejumlah siswa yang telah mahir membuat batik ciprat akhirnya mampu berkarya mandiri dengan membuka produk batik ciprat sendiri. “ Dengan batik ciprat langitan mereka sekarang bisa mandiri dan tidak dipandang sebelah mata lagi oleh masyarakat,” ucap Deny.

Rasi Fm – Bupati Magetan Suprawoto melakukan ziarah ke lokasi pembuangan mayat korban keganasan PKI pada tahun 1948 di Monumen Suco 1 dan Monumen Suco 2. Kegiatan ziarah tersebut merupakan rangkaian kegiatan memperingati hari Kesaktian Pancasila. Usai meletakkan karangan bunga di kedua monuman yang dulunya merupakan sumur yang dijadikan lokasi pembuangan mayat atas kebiadaban PKI, Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, jika sejarah kelam yang terjadi di Magetan pada tahun 1948 dan sejarah kelam pemberontakan PKI terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak boleh terulang kembali.
“Sejarah itu mengingatkan kita kepada anak cucu dan kita semua jangan sampai terulang. Partai Komunis di Indonesia itu kejamnya luar biasa, terbukti para tokoh pejabat di Magetan di Madiun banyak menjadi korban,” ujarnya.

Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, Keganasan PKI di Kabupaten Magetan dan Madiun modusnya sama denagn di Jakarta dimana kebanyakan korban yang dibunuh akan dikubur di dalam sumur. Di Desa Suco sendiri terdapat 2 sumur warga yang dijadikan kuburan masal baik pejabat sekelas bupati serta pengasuh pondok pesantren. Melalui kegiatan peringatan hari Kesaktian Pancasila Bupati Magetan mengajak generai muda saat ini untuk mengenal sejarah kelam yang terjadi sehingga sejarah tersebut tidak kembali terulang.
“Rute yang diambil selalu sama yaitu korban selalu dimasukkan ke dalam sumur, baik itu yang ada di Magetan, Madiun kemudian lubang buaya tahun 65 yang kita peringati hari ini tadi, Bapak presiden upacara disana dan kita mengikutinya secara virtual," Imbuhnya.
Sebelumnya Bupati Magetan Suprawoto melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila secara virtual dengan Presiden Joko Widodo di ruang jamuan pendopo Kabupaten Magetan. Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke monuman suco 1 dan suco 2 dimana di 2 sumur tersebut ratusan pejabat dan masyarakat Magetan menjadi korban kebiadaban PKI. (DmS).

Rasi Fm - Kepolisian Resor Magetan melakukan sirkulasi terhadap 9 pejabat kepolisian. Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana mengatakan, 9 pejabat yang menjalani mutasi jabatan diantaranya adalah Kabagop, Kasat Sabhara dan sejumlah Kapolsek di jajaran Polres Magetan. 5 Polsek yang dilakukan rotasi personil diantaranya Polsek Takeran, Polsek Nguntoronadi, Polsek Karas, Polsek Parang dan Polsek Sukomoro. Beberapa jabatan diisi oleh personil dari Polres Magetan dan satu jabatan diisi dari luar Polres Magetan. “Ini peyegaran jabatan baru supaya lebih termotivasi dalam membina dan memelihara kamtibmas di Polres Magetan,” ujarnya Rabu (30/09/2020).
Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana menambahkan, kepada personil yang menduduki jabatan baru kapolres berharap segera melakukan penysuaian terhadap lingkungan kerja baru sehingga bisa melaksanakan kerja lebih maksimal. Ditengah masa pandemi Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana berharap personil di jajaran Polres Magetan bisa lebih memberikan kontribusi dalam menjaga kondusifitas wilayah kerja masing masing. “ Cepat menyesuaikan diri dengan karakter wilayah dan masyarakat sehingga bisa lebih berkualitas dalam membina dan memelihara kamtibmas,” imbuhnya.
Dari 9 personil yang menjalani mutasi, Kabagops yang ditempatkan sebagai Bagren akan menjalani pensiun pada bulan November mendatang.(DmS).

Rasi Fm – Carut marutnya pengelolaan pupuk dimana petani mengeluhkan kesulitan pupuk sebenarnya tidak perlu terjadi jika pengelolaan penyaluran pupuk dilakukan dengan benar. Adalah Mbah Suwarno D, bendahara kelompok tani Pandak Maju Desa Cepoko Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan petugas titik pembagi pupuk bagi 2 kelompok tani yang berhasil membuktikan pengelolaan penyaluran pupuk bersubsidi yang benar membuat 700 petani di desanya tak pernah mengeluhkan kekurangan pupuk bersubsisi. “Namanya kelompok tani itu harus tahu wilayahku ki berapa hektar to. Aku ki nek diteri pupuk Karena pupuk ki 50 persen dari subsidi yang dicukupi pemerintah harus pandai pandai ngatur carane piye? Ditulisi,” ujarnya.
Selaku petugas titik pembagi Suwarno D mengetahui persis berapa jumlah anggota kelompok tani yang dilayani dan berapa jumlah luas lahan sawah yang mendapat jatah pupuk bersubsidi. Semua data tersebut tersusun rapi di kios pembagi pupuk bersubsidi milik Suwarno D. Kios milik Mbah Suwarno bukan kios penyalur, namun difungsikan sebagai tempat menampung sementara dan membagi pupuk bersubsidi bagi 700 petani. Setiap desa menurutnya memiliki titik pembagi. “ Siapa kelompok tani yang mau mendekatkan pupuk kepada petani. Terus akhire setiap desa itu ada. Kios itu namung nebus terus drop.” Imbuhnya.
Untuk mendapatkan data real jumlah luasan lahan petani, Suwarno D turun langsung ke petak sawah petani. Berbekal sebungkus rokok, Suwarno melakukan pendekatan kepada petani melakukan pendataan luasan lahan petani dan menghitung kebutuhan pupuk bersubsidi sehingga seluruh petani mendapatkan hak mereka akan pupuk bersubsisi. “Kulo mubeng niki mboten kok kulo ngundang tiyang . Kulo ten sabin golek data pertama. Sore ngoten nggowo rokok sak adah, ayo jadumean. Kulo tekoni nduwor dewe sawahe sopo, sawah e niki mbah, isore sawah e niki. Lha kae sak kotak wong loro sopo karo sopo, niki kaleh niki. Tulis, konsep ko omah kulo tulis neng buku,” kisahnya.
Di kios titik pembagi pupuk bersubsidi milik Suwarno D tersebut petani dengan mudah menemukan SK camat Panekan terkait jumlah kuota pupuk bersubsidi bagi 2 kelompok tani. Petani bahkan juga bisa mengetahui jumlah kuota pupuk bersubsisi yang telah disalurkan setiap bulan di kios pembagi. Suwarno juga mencatat pengeluaran pupuk bersubsisi setiap bulan serta sisa kuota pupuk yang masih tersisa dimana setiap bulan dia melaporkan ke petugas dinas pertanian di Kecamatan Panekan. “Kulo laporan setiap bulan, niki rekapitulasi pendistribusian pupuk bersubsidi tahun ini desa Cepoko. Niki format kulo piyambak. Pengiriman dari kios kulo tulis dasare niki, pendistribusian penjualan ke petani tenane realnya berapa, kalau terjadi sisa pupuk yo kulo tulis ureane sisane piro ini. Dalam satu bulan” katanya.
Tidak hanya mencatat jumlah pupuk bersubsisi dari kios penyalur saja, Suwarno D juga begitu detail mencatat jumlah kuota pupuk bersubsidi yang diambil oleh setiap petani. Suwarno juga mencatat detail sisa kuota pupuk bersubsidi setiap petani sehingga petani tidak bisa sembarangan mengambil pupuk, karena kecenderungan petani enggan menggunakan pupuk jenis tertentu. Catatan tersebut merupakan upaya untuk mencegah kekurangan pupuk jenis tertentu karena petani lain kelebihan mengambil pupuk. “Misdi, punya 5 petak hanya 1 hektar koma nol lima. Olehe ke iki. Mboten iso kulo diapusi. Satu musim tanam kok rene pindo lha kowe dek mben wis tuku. Niko kurang mbah. Kirang golek liyo, lha iki lho catetanmu. We engko nek tak doli nyowok lek e wong liyo,” jelasnya.
Dengan pembukuan yang baik membuat Suwarno D berhasil meyakinkan kepada petani akan hak mereka mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Pembukuan yang baik juga bisa meminimalisir penyelewengan kuota pupuk bersubsisi oleh oknum tertentu. Baik oleh kios maupun oleh petani yang meminta jatah jenis pupuk tertentu lebih banyak dari kuota.
Sayangnya eksistensi pembagi pupuk seperti Mbah Suwarno D justru terancam dengan diberlakukannya kartu tani, dimana untuk pemantauan pengambilan pupuk subsidi oleh petani pemilik kartu tani hanya bisa diberlakukan di kios penyalur pupuk. Pemantauan pengambilan pupuk bersubsidi nantinya melalui alat gesek elektronik yang hanya dimiliki oleh kios penyalur pupuk.
Saat ini pemberlakuan kartu tani yang direncanakan per 1 September juga ditunda hingga tahun mendatang. Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Magetan dari 90.000 petani di Magetan baru 3.000 kartu tani yang dicetak.(DmS)

Page 9 of 32