Now playing

News Magetan

News Magetan (125)

Rasi Fm – SMK Yosonegoro di Kabupaten Magetan menjalin kerjasama dengan PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri domestik dan internasional untuk meningkatkan kompetensi siswa. Kepala Sekolah SMK Yosonegoro Muh. Amin mengatakan, kerjasama dengan Pt Pertamina merupakan bentuk sinergi dunia pendidikan dan dunia industri yang saat ini di dorong oleh pemerintah. Dalam program kerjasama tersebut PT Pertamina (Persero) meluncurkan bengkel Enduro Express (EX) dan menggelar pelatihan pelumas dan nitrogen di SMK Yosonegoro Magetan.“ Kami berharap bengkel Enduro Express ini dapat menjadi tempat belajar yang penuh dengan manfaat bagi siswa dan menjadi pemacu semangat belajar yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Melalui bengkel Enduro Express warga bisa mendapatkan pelayanan pelayanan servis ringan seperti ganti oli dan pengisian nitrogen. Sementara siswa SMK Yosonegoro nantinya akan mendapat point dari setiap pelayanan di bengkel. Selain mendapatkan kredit point yang bisa di tukarkan dengan uang, siswa akan mampu menimba pengalaman langsung dari dunia kerja perbengkelan. “Knowledge ya untuk pengetahuannya. Intinya para siswa nantinya bisa belajar dan merasakan bagaimana dunia kerja. Intinya pelatihan kerja,” imbuhnya.
Sementara sales Region Manager V PT Pertamina Lubricants Syafa’at Jajuli mengatakan, bentuk kerjasama antara PT Nitro Pratama Indonesia dengan SMK Yosonegoro yaitu dengan menghadirkan bengkel Enduro Express. Melalaui bengkel tersebut siswa jurusan teknik dan otomotif di SMK Yosonegoro dapat memanfaatkan bengkel untuk meningkatkan kompetensi mereka di bidang perbengkelan. “Bengkel ini merupakan aset dimana siswa dapat secara langsung belajar mengenai cara berwirausaha, berbisnis dan melayani pelanggan,” katanya.
Bengkel Enduro Express di SMK Yosonegoro juga sudah dilengkapi dengan peralatan (toolkits) dan tim pengelola dari PT NPI sehingga mampu berfungsi sebagai tempat belajar yang lengkap.

Rasi Fm – Jelang peringatan HUT Kabupaten Magetan ke 345 tahun, Bupati Magetan melaksanakan ziarah ke 7 makam pendiri dan pejabat di awal Magetan berdiri. Ditemui di makam Gubernur Suryo Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, kegiatan HUT Magetan ke 345 dilaksanakan secara prihatin dimasa pandemi. Kegiatan ziarah ke 7 makam tokoh penting berdirinya Magetan dibagi menjadi 5 tim untuk menghindari kerumunan masa dimasa pandemic virus corona.
Dalam HUT Kabupaten Magetan Suprawoto berharap kegiatan ziarah menjadi pengingat seluruh warga Magetan akan jasa para pendahulu dan meneladani kerja mereka dalam membangun Magetan.
“Almarhum itu pernah berjasa di Kabupaten ini, oleh sebab itu bagi kita semua khususnya bagi pejabat, mantan bupati, almarhum yang telah mendahului kita tentunya mengajarkan kepada kita mari kita yang masih diberi kepercayaan dan masih hidup bekerja sebaik baiknya, meninggalkan sesuatu yang baik,” ujarnya.
Bupati Magetan Suprawoto juga menambahkan, karena masih berada di masa pandemic covid 19 sejumlah kegiatan dalam peringatan HUT Kabupaten Magetan ke 345 yang bersifat pagelaran hiburan seni nantinya akan dilaksanakan secara virtual. Kegiatan pagelaran seni hanya melibatkan seniman local. Meski ada kegiatan off line dalam kegiatan pagelaran hiburan, peserta dan penonton sangat dibatasi untuk menghindari penyebaran virus covid 19.
“Khusus untuk pertunjukan pertunjukan yang kita laksanakan, dilakukan oleh seniman lokal dilakukan secara virtual. Off line tetap dilakukan tetapi dengan protokol kesehatan dan penonton terbatas sekali,” imbuhnya.
Melalui kegiatan berziarah ke makam tokoh penting pendiri Kabupaten Magetan, Bupati Magetan Suprawoto berharap seluruh warga melaksanakan refleksi agar Kabupaten Magetan lebih baik dimasa yang akan datang. (DmS).

Rasi Fm – Nomor Induk Kependudukan / NIK warga Magetan penerima bantuan sosial disinyalir bermasalah di data Kementrian Sosial. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu mengatakan, sebanyak 27.000 NIK warga Magetan yang terdata di Kementrian Sosial dinyatakan tidak valid. NIK yang tidak valid biasanya terjadi pada kesalahan penulisan nama dan ejaan penerima bantuan sosial pada waktu pendataan, sehingga data tersebut tidak sinkron dengan Data Kemetrian Sosial.
“ Ada 27.000 NIK yang tidak valid. Saat ini masih dikerjakan dari Kemensos. 27.000 NIK tidak valid itu misalnya dalam 1 KK misalnya ada 4 anggota rumah tangganya. Di KK itu Ada 4 anggota keluarganya tapi di DTKS itu baru 3. Berarti itu bisa dikatakan NIK tidak valid,” ujarnya.
Yayuk menambahkan, dengan tidak validnya NIK warga Magetan penerima bantuan sosial bisa saja berakibat warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan social tidak menerima bantuan lagi. Dinas Sosial Magetan belum bisa memastikan seberapa berdampak nantinya perbaikan data NIK yang tidak valid terhadap jumlah penerima bantuan sosial di Magetan.
“Bisa juga akhirnya karena seperti ini akhirnya tidak bisa menerima manfaat, kemudian PBI BPJS nya dinonaktifkan oleh Kementrian, hal seperti itu. Ini saat ini sedang perbaikan data itu,” imbuhnya,

Saat ini Dinas Sosial dan Kementrian Sosial masih melakukan pendataan ulang terkait 27.000 NIK tidak valid warga Magetan tersebut. (DmS)

Rasi Fm – Sejak operasi yustisi diterapkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Magetan untuk mencegah penularan covid 19 beberapa waktu lalu, ratusan warga telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Magetan. Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Magetan Maulia Martwenty Ine, SH, MH. mengatakan, sebanyak 235 warga Magetan telah menjalani sidang online maupun sidang tatap muka pelanggaran operasi yustisi.
“Mereka sadar, mereka mungkin merasa bersalah, menyesal juga. Total 235 yang (sidang ) online dan tatap muka,” ujarnya.
Untuk lebih menimbulkan efek jera bagi warga yang melanggar protocol kesehatan terkait pemakaian masker dalam rangka mencegah penularan covid 19, Pengadilan Negeri Magetan mengusulkan untuk menaikkan besaran denda. Selama ini denda diterapkan sebesar Rp 20.000. Usulan kenaikan besaran denda bagi pelanggar tersebut saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah daerah. Bagi pelanggar yang lebih dari satu kali, denda yang akan ditetapkan juga mengalami kenaikan.
“Tapi belum tahu besarannya karena kewenangan hakim, Cuma kita evaluasi kemarin supaya ada efek jera. Melanggar selanjutnya pasti dinaikkan , ada pengulangan,” imbuhnya.
Sidang tatap muka di Pengadilan Negeri Magetan bagi warga pelanggar operasi yustisi di lakukan satu bulan 2 kali sementara sidang online dilakukan setiap hari Selasa dan Hari Kamis. Sidang online rencananya akan dibatasi hanya 20 pelanggar sementara sidang tatap muka tidak dibatasi. (DmS)

Page 8 of 32