Now playing

News Magetan

News Magetan (125)

Rasi Fm - Pemerintah Daerah Magetan akan mengoperasikan laboratorium test PCR di RSUD Sayidiman akhir Bulan Oktober mendatang. Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, selain mengoperasikan laboratorium di RSUD Sayidiman pemerintah daerah juga akan mengoperasikan mobil laboratorium. Dengan adanya laboratorium dan mobil lab PCR hasil pemeriksaan laboratorium specimen hanya butuh waktu 4 jam untuk diketahui hasilnya. Sebelumnya untuk mengetahui hasil laboratorium specimen covid 19 dibutuhkan waktu hingga 5 hari karena harus dikirim ke laboratorium di Surabaya.
“ Akhir bulan lab jalan mobilenya juga jalan. Hasil swap 4 jam sudah bisa diketahui,” ujarnya
Sementara Dirut RSUD Sayidiman Magetan Catur Hidayat mengatakan, saat ini RSUD Sayidiman telah melakukan penyelesaian ruangan laboratotium PCR dengan standar keamanan maksimam. Untuk memastikan beroperasi akhir Bulan Oktober mendatang RSUD masih menunggu tim visitasi ke 2 uji fungsi.
“ Ruangannya dibuat sesetandar mungkin, yaitu ruangan bertekanan negative dan berdinding lapis finil. Itu tidak sehari dua hari tapi membikinnya dengan tahapan tahapan sehingga operasional hampir running nunggu visitasi ke 2 uji fungsi nanti para visitator menyatakan lulus baru nanti kita jalan,” katanya.
RSUD Sayidiman saat ini memiliki 50 ruang perawatan isolasi untuk menampung pasien terkonfirmasi positif covid 19. Untuk pasien covid 19 dengan orang tanpa gejala pemerintah daerah telah menyiapkan gedung fasilitas khusus.
Dengan beroperasinya laboratorium PCR dan mobil laboratorium PCR Pemerintah Kabupaten Magetan juga telah menyiapkan sejumlah hotel yang memenuhi syarat untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan pasien terkonfirmasi positif.
Hingga Hari Rabu data dari Satgas Covid 19 jumlah pasien terkonfirmasi positif covid 19 sebanyak 422 orang dimana 300 orang sembuh, 24 orang meninggal dunia dan 98 orang dalam pemantauan. (DmS)

Rasi Fm - Dw warga Kabupaten Magetan, Jawa Timur diamankan Satuan Reskoba Polres Magetan setelah bertransaksi sabu dengan KK, pengedar sabu sabu jaringan Lapas Madiun. Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana mengatakan, dari pengakuan tersangka DW sudah 6 bulan terakhir menghisap sabu sabu. “ Dw diamankan di halte dan dari tersangka diamankan sabu sabu seberat 2,5 gram. Dia mengaku 6 bulan menghisap sabu,” ujarnya saat konpres di Polres Magetan Rabu (07/10/2020).
Festo menambahkan, tersangka DW nekat menghisap sabu sabu karena merasa penasaran. DW mengaku selama 6 bulan menghisap sabu sabu tersangka mengaku belum pernah merasakan efeknya. “ Penasaran karena tidak merasakan apa apa,” kata Dw.
Sebelumnya Kepolisian Resor Magetan berhasil membongkar jaringan sabu sabu yang dikendalikan dari lapas Madiun. Pada awalnya polisi mengamankan KK, pengedar sabu sabu jaringan lapas Madiun. Dari pengakuannya, KK memesan sabu sabu dari BB melalui hubungan telepon. Kepolisian Resor Magetan saat ini melakukan pengembangan terhadap jaringan sabu yang dikendalikan dari Lapas Madiun. (DmS)

Rasi Fm - Kepolisian Resor Magetan berhasil membongkar jaringan pengedar sabu sabu di Magetan yang dikendalikan dari lapas Madiun. Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana mengatakan, terbongkarnya jaringan sabu lapas Madiun berawal dari tertangkapnya Kk pedagang teh poci saat bertransaksi dengan salah satu pelanggan. Dari keterangan KK untuk memesan sabu sabu dari jaringan BB dilakukan dengan menggunakan hubungan melalui HP.

““Koko diamankan saat bertransaksi dengan DW. Kk juga sebagai pemakai, Dari pengakuan KK memesan sabu ke BB di lapas Madiun. Anggota BB yang bertransaksi dengan KK,” ujarnya.
Selain mengamankan KK, polisi juga mengamankan DW seorang pengguna sabu sabu yang merupakan pelanggan KK. Dari pengakuannya DW nekat menggunakan sabu sabu karena penasaran dengan efek menghisap sabu sabu. Selama 6 bulan menggunakan sabu sabu dia mengaku belum pernah merasakan efek sabu sabu.
““ Dw diamankan di halte dan dari tersangka diamankan sabu sabu seberat 2,5 gram. Dia mengaku 6 bulan menghisap sabu. Tersangka penasaran karena selama 6 bulan menghisap sabu sabu tidak pernah merasakan efeknya,” imbuhnya.

Saat ini kepolisian Resor Magetan mengembangkan penyelidikan jaringan sabu sabu BB yang merupakan penghuni lapas Madiun. BB menghuni lapas Madiun karena tersandung kasus penjualan sabu sabu. Dari tersangka kepolisian mengamankan mengamankaan sabu sabu seberat 3,5 gram serta alat penghisap sabu serta timbangan digital dan sejumlah uang hasil penjualan sabu sabu. Polisi akan menjerat tersangka dengan pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling tinggi 8 miliar rupiah. (DmS)

Rasi Fm – Bupati Magetan melakukan kunjungan ke RSUD Sayidiman untuk memastikan pelayanan umum kesehatan tersebut berjalan dengan baik. BUpati Magetan Suprawoto didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Dirut RSUD Sayidiman mengatakan, kunjungan dilakukan untuk melakukan audiensi dengan pihak RSUD Sayidiman selama pandemic virus covid 19. Setelah audiensi dengan pihak rumah sakit BUpati rencananya akan melakukan audiensi dengan puskesmas.
“Karena selama covid ini saya belum pernah audiensi dengan beliau beliau yang ada digarda terdepan. Nanti kepada puskesmas nanti juga saya kumpulkan disini,” katanya.

Bupati Magetan Suprawoto menambahkan, untuk meningkatkan pelayanan kepada public RSUD Sayidiman diharapkan mengambil layanan khusus yang nantinya akan dikoordinasikan dengan rumah sakit lainnya di Karesidenan Madiun sehingga jika masyarakat membutuhkan layanan khusus tidak harus ke rumah sakit di Surabaya. Belum dipastikan layanan sub spesialis yang akan diambil oleh RSUD Sayidiman.
“Selain layanan spesialis yang lengkap, pelayanan spesialis tingkat dasar sudah terpenuhi, tetapi ada juga satu layanan spesialis yang unggul. Nanti saya minta untuk dipilih, misal nanti yang dipilih apa, opo syaraf opo ibu dan anak. Itu nanti dokternya disekolahkan sampai sub spesialis,” imbuhnya.
Bupati Magetan juga berharap RSUD Sayidiman meningkatkan layana kesehatan kepada masyarakat. (DmS).

Page 7 of 32