Now playing

News Magetan

News Magetan (125)

Rasi Fm - Pemerintah Kabupaten Magetan menutup pelayanan di Dinas Sosial karena salah satu ASN dipastikan terkonfirmasi positif covid 19. Ketua Penanganan Covid 19 Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Didik Setyomargono mengatakan, ASN Dinas Sosial dipastikan terkonfirmasi positif setelah melakukan swap di Puskesmas Magetan dimana sebelumnya hasil rapid test dari RSUD Magetan pasien dinyatakan reaktif.
“Dia sakit, periksa kerumah sakit reaktif kemudian di swap dipuskesmas hasilnya positif,” ujarnya.
Didik menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan langsung melakukan swap terhadap 32 pegawai Kantor Dinas Sosial Kabupaten Magetan yang melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif covid 19. Pemerintah daerah juga menutup layanan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Magetan hingga tanggal 15 Oktober mendatang.
“ Langsung kita swap hari ini. Ada 32 orang yang berinteraksi dengan pasien terkonfirmasi,” imbuhnya.
Selama menunggu hasil swap seluruh karyawan Dinas Sosial Kabupaten Magetan melakukan isolasi mandiri hingga hasil swap 19 keluar. (DmS).

Rasi Fm – Gubernur Soerjo yang merupakan Pahlawan Nasional yang menjabat Gubernur pertama di Jawa Timur 75 tahun lalu merupakan sosok pemberani. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai ziarah di makam yang terletak di Jl Salak Kabupten Magetan. Dia mengajak masyarakat mengingat dan menghormati Pahlawan Nasional Gubernur Soerjo yang meninggal karena dibunuh PKI di kawasan hutan jati Kabupaten Ngawi pada tahun 1948. Sejak menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, setiap tahun Khofifah selalu melakukan ziarah ke makam Gubernur Soerjo menjelang HUT Provinsi Jawa Timur. “ Minggu ini HUT pemprov ke 75 bersamaan dengan HUT Magetan ke 345. Kita warga Jawa Timur pandai menghormati jejak pengorbanan pahlawan untuk pemprov Jawa Timur,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, selain ziarah ke Makam Gubernur Soerjo jelang peringatan HUT ke 75 pada 12 Oktober mendatang, Pemprov Jawa Timur juga melakukan ziarah ke makam Gubenur Muhammad Nur di Sampang Madura yang dilakukan oleh Bakorwil Pamekasan. “ Kami semua ingin memberikan penghormatan yang terbaik, warga Jawa Timur, jangan ada yang tidak memberikan penghormatan,” imbuhnya.
Sementara Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak yang mendampingi Khofifah melakukan ziarah ke makam Gubernur Soerjo mengatakan, Gubernur Soerjo yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Magetan merupakan gubernur pemberani karena lebih memilih melawan sekutu daripada dijajah kembali sehingga meletuslah perang 10 November 1945. Menurutnya Soerjo adalah gubernur yang benar benar mempertahankan ideologi ketika PKI melakukan pemberontakan di Madiun tahun 1948. “ Beliau gugur ditangan pemberontakan yang menunjukkan beliau berjuang untuk keutuhan NKRI dan keutuhan ideologi Negara kita,” katanya.(DmS)

Rasi Fm – Para pendemo undang undang cipta kerja di Jawa Timur meminta Gubernur Jawa Timur menyampaikan aspirasi mereka ke presiden Jokowi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, telah menyampaikan aspirasi para pendemo terkait undang undang cipta kerja presiden. Pemprov bahkan telah menyampaikan aspirasi pendemo ke Presiden Joko Widodo saat draft undang undang cipta kerja masih dibahas. Setelah undang undang disahkan DPR, pendemo meminta pemprov kembali menyampaikan aspirasi mereka. Hal itu diungkapkan Khofifah usai melakukan ziarah ke makam Gubernur Soerjo di Magetan.
“ Naskah dari redaksi yang kita siapkan untuk pak presiden, mereka setuju mereka paraf. Tadi malam langsung disiapkan surat itu,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, selain meminta pemprov Jawa Timur menyampaikan tuntutan mereka terkait Undang Undang Cipta Kerja kepada Presiden Jokowi, pendemo juga meminta dialog dengan Menkopolhukam. Terkait permintaan pendemo, Khofifah mengaku langsung menelpon Menkopulhukam menyampaikan tuntutan mereka.
“ Mereka minta kepada pak menkopolhukan. Langsung saya telpon Pak Mahfud, kalau virtual bisa besok,” imbuhnya.
Sayangnya Khofifah mengaku tidak akan bisa mendampingi perwakilan serikat pekerja di Jawa Timur melakukan dialog secara tatap dengan menkopolhukam yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Selasa mendatang  karena pada hari Selasa mendatang merupakan hari jadi Provinsi Jawa Timur ke 75.(DmS).

Rasi Fm – Pemerintah Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan mempunyai kader hingga tingkat desa untuk menangani orang dengan gangguan jiwa ODGJ. Kepala Puskesmas Ngariboyo Dr Siti Maifuroh , selain tim pendamping dari kader disetiap desa Puskesmas Ngariboyo juga melibatkan babinsa dan babinkamtibmas.
”Pemegang program dari puskesmas, PJ desa jadi dari desa masing amsign ada pemegang, kader jiwa, babinsa sama babinkamtibmas. Di situ untuk informasi kalau ada ADGJ baru ada ODGJ tidak minum obat, obatnya habis, kumat itu kita informasikan di situ baru kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Siti Maqfuroh menambahkan, untuk pasien yang masih akut mengalami ODGJ tim puskesmas akan melakukan kunjungan rutin sementara untuk pasien ODGJ yang sudah bisa berinteraksi akan diikutkan dalam posyandu ODGJ dengan berbagai kegiatan. Berkat adanya tim penanganan ODGJ di Puskesmas Ngariboyo membuat ODGJ mendapatkan asupan obat, kegiatan seperti menganyam , melukis, menari dan menyanyi serta senam sehingga mereka bisa mengasah kemampuan mereka serta menangani ODGJ yang parah untuk diantar ke rumah sakit jiwa.
“Pasien kita bagi dua pasien yang masih akut dan pasien yang tinggal control. Untuk pasien yang akut kita datangi, jadi misalkan ada pasien yang ngamuki kita datangi kita injeksi, jadi kalau sudah baik kita ikutkan di posyandu jiwa untuk pemantauannya. Kalau masih akut kita pantau oleh kader dan petugas kami,” imbuhnya.

Setiap bulan Pemerintah Kecamatan Ngariboyo melakukan posyandu yang selain melibatkan ODGJ juga melibatkan keluarga penderita ODGJ dengan memberikan pemahaman peran keluarga untuk kesembuhan ODGJ. (DmS).

Page 6 of 32